Langkah ini mencakup pemeriksaan rutin sampel makanan yang disimpan 24–48 jam untuk antisipasi KLB akibat cemaran mikrobiologis maupun kimia, penekanan kebersihan petugas, hingga dokumentasi proses pengolahan yang mencatat jam memasak, durasi penyimpanan, dan distribusi.
Pengelolaan makanan, baik oleh jasa boga pemerintah maupun swasta juga wajib menerapkan enam prinsip higiene sanitasi atau Cara Pengolahan Makanan yang Baik (CPMB).
Prinsip tersebut meliputi pemilihan bahan makanan, penyimpanan bahan, pengolahan, penyimpanan makanan jadi, pengangkutan, dan penyajian.
"Potensi kontaminasi bisa terjadi di semua tahap rantai penyelenggaraan," ujarnya.
Selain keamanan, keseimbangan gizi juga tak boleh diabaikan.
Menu MBG harus disusun berdasarkan pesan gizi seimbang, dilengkapi standar resep, bumbu, dan menu yang sesuai dengan spesifikasi bahan makanan yang telah ditetapkan.
Bahan dari pemasok terpercaya harus disimpan dengan prinsip First In First Out (FIFO) dan First Expired First Out (FEFO).
Proses pengolahan harus memastikan makanan matang sempurna dengan suhu di atas 75°C, sementara distribusi dan penyajian harus menjaga suhu di bawah 5°C untuk makanan dingin dan di atas 60°C untuk makanan panas.
Monitoring dan evaluasi berkala, termasuk pengambilan sampel makanan, menjadi langkah wajib untuk mencegah pencemaran dan mengantisipasi KLB.
Baca Juga: Makan Bergizi Gratis Distop Sementara buntut Keracunan Massal di Sleman, Sampel Makanan Diuji Lab
"Pengadaan makanan yang sesuai spesifikasi, pengolahan yang higienis, distribusi yang aman, dan evaluasi rutin adalah fondasi program makan bergizi yang benar-benar sehat. Kalau sistem keamanan pangan diabaikan, tujuan baik MBG bisa berubah menjadi masalah kesehatan massal," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Fakta Pahit Buruh Pengupas Bawang di Jogja, Kerja Seharian Hanya Diupah Rp3 Ribu
-
Ospek Bukan Ajang Perpeloncoan, Rektor UNY: Perlakukan Mahasiswa Sebagai Raja-Ratu
-
BRI Cetak Rekor MURI: Hadirkan Kredit Kendaraan Serentak di 131 Lokasi
-
Dokter dan Nakes Viral Komentar Nirempati, FKKMK UGM Sebut Pembekalan Etika Bermedsos Sejak Maba
-
Dinkes DIY Siapkan 240 Kg Obat untuk Korban Gempa NTT, Pastikan Stok Jogja Tak Tertanggu