Padahal, kata Novi, orang yang berada di dalam bus atau minibus itu tidak mengenakan atribut suporter apapun.
"Kita taunya orang piknik, enggak pakai atribut sama sekali," imbuhnya.
Kericuhan itu terjadi sekitar tengah malam pukul 00.00 WIB.
"Jam 12-an tengah malam dilempari semua. Polisi terus panggil Brimob. Selesai jam 2-an. Brimob datang, masih ramai, yang penting suporter [dari Bandung] sudah dievakuasi, dimasukkan ke baracuda, terus ada yang pakai ambulans. Bus hancur semua, sampai pagi kendaraan di sini," ungkapnya.
Novi mengatakan kerusakan akibat kericuhan ini tidak hanya menimpa kendaraan. Beberapa fasilitas di sekitar lokasi juga rusak.
"Ya nggak cuma pager, dagangan dari pedagang ada yang rusak," tuturnya.
Saat ini kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Berani Lawan Arus, Komunitas Petani Punk Gunungkidul Siap Manfaatkan AI untuk Sokong Program MBG
-
Holding UMi Tancap Gas: 34,5 Juta Debitur Terjangkau, 1,4 Juta Nasabah Naik Kelas
-
Geger Temuan Mayat dalam Mobil BRV di Sleman, Korban Sempat Hilang Kontak Selama Satu Bulan
-
Estimasi Kuliah Kedokteran UGM 2026 Tembus Ratusan Juta, Setara Harga Mobil SUV?
-
Standar Global untuk BRImo, BRI Raih Sertifikasi ISO/IEC 25000