- Pemkab Bantul siapkan rumah subsidi untuk warga berpenghasilan rendah
- Rata-rata rumah subsidi berkisar Rp160 juta
- Terdapat 3 juta unit yang disediakan pemerintah pusat
SuaraJogja.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, menyiapkan kawasan di Kecamatan Sedayu untuk mendukung program nasional Tiga Juta Rumah Subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menjelaskan bahwa program ini merupakan kebijakan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Perumahan.
"Pemerintah daerah berperan mendukung agar program nasional ini berjalan sukses. Di Bantul sendiri sudah dimulai di wilayah Sedayu," ujarnya dikutip dari Antara, Selasa (2/9/2025).
Program ini ditargetkan dapat menyediakan tiga juta unit rumah layak huni per tahun sekaligus mengurangi backlog perumahan.
Rumah bersubsidi yang ditawarkan memiliki harga sekitar Rp160 jutaan, sehingga masyarakat berpenghasilan rendah dapat lebih mudah memiliki hunian layak.
Meski begitu, Abdul Halim menyebut jumlah unit rumah bersubsidi yang dialokasikan untuk Bantul belum dapat dipastikan, karena pelaksanaannya langsung ditangani oleh Kementerian Perumahan.
Pemkab Bantul hanya mendukung dari sisi keringanan pajak dengan pembebasan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) untuk rumah bersubsidi.
Kepala DPUPKP Bantul, Jimmy Alran Manumpak Simbolon, menambahkan bahwa pihaknya mempermudah proses perizinan seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan siteplan bagi pengembang rumah subsidi.
Saat ini terdapat sekitar 15 pengembang yang sudah menyiapkan kurang lebih 450 unit rumah subsidi di Bantul.
Baca Juga: PAD Mandek, Belanja Membengkak: Bantul Cari Jurus Jitu Atasi Defisit 2026
"Pemkab Bantul fokus pada dukungan regulasi dan penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Untuk pembangunan rumah skala besar tetap menjadi kewenangan kementerian," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
Persulit Usulan Gelar Pahlawan HB II, Trah Sultan Gugat UU Gelar dan Tanda Jasa ke MK
-
Kenaikan Harga Pertamax Picu Efek Domino, Akademisi Desak Pemerintah Evaluasi Subsidi BBM
-
Baru 58 SPPG di Sleman Kantongi SLHS, 35 Dapur MBG Berhenti Sementara
-
Digeruduk Masa Akibat Pelayanan Lambat, Pemkab dan BPN Sleman Sepakati Evaluasi Besar
-
Penyelenggara Event di Jogja Ketar-ketir,Imbas Rupiah Melemah dan BBM Naik