Dalam upaya pendalaman dan penyelidikan, Polda DIY akan mendapatkan bantuan dari tim yang berasal dari Jakarta.
"Saya telah memerintahkan anggota untuk melakukan pendalaman dan penyelidikan. Jadi sama seperti yang disampaikan Ngarso Dalem [Sri Sultan] terkait identifikasi kejadian mahasiswa Amikom," paparnya.
Secara terpisah ayah Rheza, korban, Yoyon Surono, mengungkapkan dirinya memang membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi.
Keputusan itu diambil tanpa ada paksaan, melainkan karena keluarga ingin jenazah segera dimakamkan dengan layak.
"Tidak ada paksaan. Karena memang sejak awal kami tidak ingin autopsi. Saya kurang paham, untuk laporan saja. Intinya kami tidak menginginkan autopsi, itu pertanggungjawaban perkataan kami yang dituangkan dalam secarik kertas. Pengen jenazah segera pulang," jelas Yoyon.
Yoyon mengatakan, dia juga sudah mendapatkan tawaran dari Kapolda untuk proses autopsi almarhum.
Namun dia menolaknya agar putranya bisa tenang di alam barzah.
"Kemarin Pak Kapolda sudah rawuh [datang] ke sini [rumah duka], menyampaikan bela sungkawa. Menyampaikan apabila dibutuhkan autopsi, cuma dari awal kami sudah berkomitmen, keluarga sudah ikhlas, sudah merelakan," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga: Investigasi Kematian Mahasiswa Amikom Usai Demo: Polda DIY Periksa 10 Saksi, Apa Temuannya?
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Sultan Jogja Murka Kasus Daycare, Psikolog: Jangan Abaikan Naluri Orang Tua!
-
BRI Dukung Pergelaran Clash of Legends 2026, Barcelona Legends Siap Tanding di GBK Senayan Jakarta!
-
Sri Purnomo Divonis 6 Tahun Penjara, Sri Sultan Buka Suara: Hormati Hukum!
-
Peringati Hari Kartini, Swiss-Belhotel Jogja-Solo Gelar Aksi Sosial Bersama Rifka Annisa
-
Daycare Bukan Ruang Rentan, Aisyiyah Desak Penanganan Kasus Little Aresha Tak Sekadar Reaktif