Namun guru dan wali murid tetap melakukan absensi dan berinteraksi dengan siswa secara virtual. Sekolah melibatkan orang tua dalam pengawasan melalui grup wali kelas.
"Kami juga pesan ke orang tua untuk memantau anak-anak di rumah, agar benar-benar belajar online dan tidak ikut kegiatan lain. Kami selalu pantau melalui grup wali kelas. Kalau pagi anak-anak sekolah daring, malam hari pantauannya kami serahkan ke orang tua, benar-benar agar putra-putrinya dipastikan di rumah, tidak ikut demo atau yang aneh-aneh," ungkapnya.
Seluruh kegiatan ekstrakurikuler sementara ditiadakan. Namun pembelajaran tatap muka kembali dilaksanakan pada Rabu (3/9/2025) dengan jam pulang dipercepat.
Bagi siswa yang tinggal di asrama, aturan lebih ketat diterapkan karena mereka tidak boleh keluar.
Sementara siswa yang tinggal di kos tetap diminta berkoordinasi dengan orang tua meski jarak jauh.
"Pembelajaran sampai pukul 14.00 WIB, kecuali yang ikut gladi resik acara pembukaan sampai pukul 17.00 WIB. Kami sudah sampaikan ke orang tua untuk menjemput sesuai jadwal. Kalau anak kos, terutama yang laki-laki, pemantauannya tetap melalui orang tua, bisa 24 jam lewat telepon atau WhatsApp," imbuhnya.
Sementara Kepala SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Retno Sumirat menjelaskan, dalam Lustrum ke-15 kali ini, sekolah menggelar kegiatan dengan lebih sederhana.
Dengan demikian momentum ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan refleksi perjalanan panjang sekolah.
"Ini bukan hanya sebuah angka, ini adalah perjalanan panjang, penuh perjuangan. Lustrum ini sebagai momentum penting, waktu untuk merenung dan merefleksi apa yang telah kita capai, dan apa yang perlu kita perbaiki," imbuhnya.
Baca Juga: Aliansi Jogja Memanggil Desak Negara Berbenah, Zainal Arifin Mochtar: Ini Momentum, Jangan Hilang
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
BRI Dukung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Dorong Sport Tourism ke Panggung Dunia
-
BRI Dukung Kontingen Indonesia di Asian Games AichiNagoya 2026, Kobarkan Semangat Merah Putih
-
Bahlil Rangkap Menteri dan Menko, Pengamat Sebut Prabowo Selamatkan Agenda Politik 2029
-
Resep Kuliner Tradisional Mulai Hilang, 45 Persen Warisan Gastronomi Indonesia Terancam Punah
-
Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku