- Seluruh pasien kericuhan Polda DIY di RSUP Dr Sardjito sudah dipulangkan
- Masih ada tagihan senilai Rp362 juta
- Beberapa sudah dibayar, namun Dinkes Sleman masih perlu koordinasi untuk pembiayaan tersebut
SuaraJogja.id - RSUP Dr Sardjito Yogyakarta mencatat total biaya perawatan pasien korban insiden kericuhan di Polda DIY mencapai lebih dari Rp362 juta.
Angka itu didapat dari 29 pasien yang sempat menjalani perawatan beberapa waktu lalu.
Manager Hukum dan Humas RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, Banu Hermawan menuturkan dari jumlah tersebut, baru Rp166 juta dari empat orang yang sudah terbayarkan melalui penjaminan asuransi pribadi.
"Purworejo dijamin Jamkesda Purworejo penuh. Satu pasien dengan jaminam institusi orangtuanya dan satu pasien dengan jaminan asabri," kata Banu, saat dikonfirmasi, Selasa (9/9/2025).
Saat ini, rumah sakit menghitung nilai yang masih menjadi tanggungan mencapai Rp195.988.552.
Angka ini berasal dari 25 pasien tanpa penjaminan yang masih menunggu keputusan pemerintah daerah.
Terkait hal itu, Banu bilang akan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman melalui Jaminan Kesehatan Daerah (Jamskesda).
"Kita akan melakukan koordinasi dengan Jamkesda Sleman," ucapnya.
Ia mengatakan bahwa pemerintah daerah saat ini masih membutuhkan waktu untuk menghimpun data.
Baca Juga: RSUP Sardjito Pulangkan Korban Ricuh Polda DIY, Termasuk Polisi, Ini Kondisi Terakhir Mereka
"Kalau rumah sakit Sardjito, kita sudah melakukan penghitungan-penghitungan biayanya itu dari sekian pasien habis berapa. Kalau Jamkesda Sleman atau Dinas Kesehatan Sleman itu kan, masalahnya dia juga menampung data tidak hanya dari Sardjito. Nah, itu mungkin baru konsolidasi data-data itu," ungkapnya.
Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Cahya Purnama mengaku baru akan melakukan koordinasi terkait pembiayaan itu hari ini.
"Sore ini akan kita rapatkan lagi hal tersebut," ungkap Cahya.
RSUP Dr Sardjito Yogyakarta memastikan seluruh pasien korban aksi berujung ricuh di Polda DIY pada akhir pekan lalu telah dipulangkan.
Adapun sebelumnya, RSUP Dr Sardjito Yogyakarta sempat merawat 29 pasien dengan berbagai kondisi luka.
Pasien terakhir yang masih dirawat telah keluar pada Minggu (7/9/2025) sore.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup
-
Tim Hukum Peduli Anak Pemkot Jogja Bidik Pidana Korporasi hingga Pembubaran Yayasan Little Aresha