- Kelangkaan BBM di SPBU swasta menjadi perhatian publik saat ini
- Dugaan praktik monopoli muncul selepas Menteri ESDM menyarankan Shell berkomunikasi dengan Pertamina
- Kelangkaan BBM di SPBU swasta mengancam para pegawai tak lagi memiliki pekerjaan
SuaraJogja.id - Kelangkaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta, khususnya Shell, sejak pertengahan Agustus 2025 telah menimbulkan kekhawatiran serius, termasuk ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bagi para karyawannya.
Situasi ini juga menyeret diskusi mengenai dugaan praktik monopoli yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, Pertamina Patra Niaga, yang seolah menjadi satu-satunya pintu masuk bagi pasokan BBM di Indonesia.
Kelangkaan BBM dan Dampaknya pada Karyawan Shell
Sejak pertengahan Agustus 2025, banyak SPBU Shell di berbagai wilayah, termasuk Jakarta, mengalami kekosongan stok BBM jenis bensin seperti Shell Super, V-Power, dan Nitros, dengan hanya beberapa di antaranya yang masih menjual BBM jenis diesel.
Penipisan stok ini begitu parah hingga jumlah SPBU Shell di Jakarta yang menjual Shell Super anjlok dari 50 pada awal September menjadi hanya 16 pada pertengahan bulan tersebut.
Kondisi ini memaksa Shell Indonesia untuk melakukan penyesuaian operasional, termasuk mengurangi jam kerja, hari kerja, bahkan hingga merumahkan sejumlah karyawan.
Di SPBU Shell Lenteng Agung, Jakarta Selatan, misalnya, dilaporkan bahwa 20 karyawan terkena PHK per 1 September, menyisakan sedikit staf untuk operasional terbatas.
Kekhawatiran akan dampak yang lebih luas juga muncul, di mana unit usaha pendukung seperti minimarket dan bengkel di SPBU Shell terancam sepi dan tidak mencapai target jika ketiadaan BBM terus berlanjut.
Dalam upaya bertahan hidup, para pegawai SPBU Shell menunjukkan inisiatif luar biasa.
Baca Juga: Pertamina Pasok 5,2 Juta Tabung Elpiji 3 kg untuk Jateng dan DIY Selama Ramadan hingga Idulfitri
Sebuah video viral menunjukkan karyawan Shell di Ciputat, Tangerang Selatan, berjualan kopi dan makanan ringan di pinggir jalan, lengkap dengan tulisan penyemangat: "BBM boleh kosong tapi semangat kita harus selalu penuh!".
Inisiatif ini muncul dari para pegawai sendiri, bukan instruksi manajemen pusat, yang menunjukkan perjuangan mereka di tengah ketidakpastian.
Pertamina dan Bayang-bayang Monopoli
Menyikapi kelangkaan ini, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth Marcelino Verieza Dumatubun, menyatakan bahwa pihaknya belum menerima permintaan suplai BBM dari SPBU swasta seperti Shell dan BP AKR.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyarankan agar SPBU swasta berkolaborasi dengan Pertamina Patra Niaga untuk memenuhi kebutuhan pasokan.
Bahlil juga menegaskan bahwa pemerintah telah memberikan tambahan kuota impor BBM sebesar 10 persen bagi SPBU swasta, dan jika masih memerlukan pasokan lebih, kerja sama dengan Pertamina adalah solusinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
DIY Masuk Periode Kekeringan Berkepanjangan, Tiga Kabupaten Dibayangi Kebakaran
-
Raih Ekstra 27.000 GarudaMiles dari Transaksi dengan BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas
-
Kemarau Diprediksi hingga Desember, Kulon Progo Perpanjang Siaga Kekeringan
-
Cara PIMPASA Imigrasi Yogyakarta Cegah Perdagangan Orang Lewat Pangan dan Wayang
-
Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja