- BPBD Yogyakarta imbau warga waspada cuaca ekstrem dan potensi bencana hingga November 2025.
- Musim hujan diprediksi datang lebih awal pada Oktober 2025 dengan curah hujan di atas normal.
- Potensi banjir kategori menengah mengancam beberapa wilayah pada periode 11-20 September 2025.
SuaraJogja.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta mengeluarkan peringatan serius bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang membayangi Kota Pelajar menyusul prakiraan dari BMKG yang menyebut musim hujan akan datang lebih awal dengan intensitas di atas normal.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan pada periode September hingga November 2025 diprediksi berada pada kategori Atas Normal.
Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan ekstra dari warga, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, Nur Hidayat, mengungkapkan bahwa curah hujan diperkirakan bisa mencapai lebih dari 500 mm dalam beberapa minggu ke depan. Peringatan dini bahkan telah berlaku untuk periode 11-20 September 2025.
"Curah hujan pada bulan September-November 2025 diprediksi berada pada kategori Atas Normal, dengan kisaran 511 mm hingga > 500 mm," kata Nur dalam surat edaran resmi yang dikutip, Jumat (19/9/2025).
Nur Hidayat menambahkan, awal musim hujan di wilayah DIY diperkirakan akan maju lebih cepat dari biasanya, yakni pada dasarian pertama hingga ketiga Oktober 2025. Sementara itu, puncaknya diprediksi akan terjadi pada Januari hingga Februari 2026.
"Awal musim hujan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta diprakirakan terjadi pada dasarian I-III Oktober 2025, lebih awal dari kondisi normal," ucapnya.
Potensi hujan lebat dengan intensitas 150-200 mm/dasarian dalam rentang 11-20 September 2025 dapat memicu banjir kategori menengah di sejumlah wilayah.
Baca Juga: Dua Bulan Berlalu, Kasus Makam Diplomat Diacak-acak 'Ngambang', JPW Desak Polisi Tindaklanjuti
Beberapa area yang perlu mendapat perhatian khusus antara lain Kulon Progo bagian utara dan barat daya, Sleman bagian utara, timur, dan tengah, Bantul bagian selatan, serta Gunungkidul bagian tenggara.
"Peringatan dini curah hujan tinggi berlaku mulai 11-20 September 2025, dengan potensi hujan lebat 150-200 mm/dasarian dan potensi banjir kategori menengah di beberapa wilayah," ungkapnya.
Langkah Antisipasi Hadapi Bencana
Menghadapi situasi ini, BPBD Kota Yogyakarta mengimbau masyarakat untuk tidak panik namun tetap waspada dengan melakukan langkah-langkah antisipasi.
Warga diminta untuk proaktif membersihkan selokan dan saluran air di lingkungan masing-masing untuk mencegah penyumbatan yang bisa menyebabkan banjir.
Selain itu, pemangkasan ranting pohon yang rimbun dan rapuh sangat dianjurkan untuk meminimalisir risiko pohon tumbang akibat angin kencang.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
BRI Dorong Lingkungan Bersih lewat Program CSR Bersih-Bersih Pantai di Bali
-
Babak Baru Rampasan Geger Sepehi 1812: Trah Sultan HB II Tegas Ambil Langkah Hukum Internasional
-
Misteri Terkuak! Kerangka Manusia di Rumah Kosong Gamping Sleman Ternyata Mantan Suami Pemilik Rumah
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang DIY: 40 Warga Dirawat Medis, Kerusakan Terkonsentrasi di Bantul