- Kasus penipuan pembuatan SIM berhasil diungkap Polresta Jogja
- Para pelaku belajar secara otodidak dan menawarkan kepada pelanggan
- Satu orang menjadi DPO atas kasus pembuatan SIM palsu ini
"Kalau kita tarik rata-rata hampir Rp 50 juta per bulan," ucapnya.
Diungkapkan Adrian, rata-rata pelanggan SIM palsu berasal dari luar Pulau Jawa, seperti Maluku, Papua, serta Sulawesi.
Korbannya kebanyakan memerlukan jasa ini untuk melengkapi persyaratan supir di perusahaan tambang hingga perkebunan.
Polisi menegaskan bahwa hasil dari SIM palsu ini pun tetap bisa dilihat secara kasat mata.
Misalnya saja dari hologram yang tak terlihat logo Tribrata dan Korlantas.
Kemudian bisa diperhatikan dari laminasi kartu SIM yang tidak menunjukkan gambar Merah Putih.
"Dari material tampak visual juga berbeda dengan standar yang ditentukan," tandasnya.
Selain menangkap para pelaku, polisi turut menyita sejumlah barang bukti.
Mulai dari printer, bahan ID card, hingga sejumlah ponsel.
Baca Juga: Ribuan Personel Polresta Yogyakarta Diterjunkan Amankan Perayaan Paskah Selama 24 Jam
Akibatnya perbuatannya, para pelaku terancam Pasal 45 a ayat 1 Jo 28 ayat 1 UU Nomor 1 2024 tentang ITE. Serta Pasal 263 ayat 1 KUH Pidana, atau Pasal 264 KUH Pidana atau Pasal 266 KUH Pidana jo Pasal 55 ayat 1 jo Pasal 64 KUH Pidana dengan ancaman enam tahun kurungan penjara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat