- Korban MBG mencapai 8 ribu orang
- Emak-emak di Jogja melakukan aksi simbolik dengan memukul panci
- MBG harus dihentikan dan di evaluasi total, setelah itu baru dijalankan dengan rancangan yang lebih matang
"Jadi kami di sini memukul panci itu menyatakan bahwa simbol ya, bahwa urusan pemenuhan gizi anak yang selama ini itu sudah diberikan oleh keluarga dan semuanya baik-baik saja karena program prioritas MBG itu akan diambil alih oleh negara dengan semena-mena dengan cara yang sentralistik, tata kelola yang sentralistik dan militeristik," ujar dia.
Ia juga menyayangkan langkah pemerintah yang dinilai tidak melibatkan program gizi yang sudah ada sebelumnya.
Justru malah membuat program yang terlalu sentralistik dan militeristik.
"Seperti program pemenuhan gizi yang dimiliki oleh kementerian kesehatan, oleh posyandu misalnya, pemberian makanan tambahan yang untuk ibu ambil dan menyusui, mereka nggak diajak ngobrol, gara-gara hanya memenuhi ambisi pelaksanaan program MBG yang sentralistik dan militeristik ini," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Gelombang Pengunduran Diri di Partai Buruh Berlanjut, Seluruh Pengurus DIY Kompak Pamit
-
Viral Debat Mahasiswa dan Rektorat UNY saat Hendak Gelar Aksi, Begini Kronologi Lengkapnya
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda