- Pengamen di Malioboro akan mendapatkan tempat untuk tetap berkarya
- Ada sekitar 5-10 titik yang bisa dijadikan tempat pengamen unjuk gigi di hadapan wisatawan
- Para pengamen juga akan diarahkan untuk mengisi hiburan di restoran bahkan hotel
Keberadaan pengamen yang kadang memaksa pengunjung untuk memberi uang bisa saja dianggap mencederai nilai filosofis tersebut.
"Kami ingin pengamen Malioboro bisa tampil profesional. Jogja ini gudangnya seniman, jadi harusnya bisa melahirkan karya baru, bukan hanya membawakan lagu orang lain," tandasnya.
Hasto menambahkan, penataan ini bukan untuk menghilangkan mata pencaharian para pengamen.
Sebaliknya, dengan adanya titik resmi, justru diharapkan mereka bisa mendapatkan penghasilan lebih baik dan stabil.
Apalagi Pemkot mewacanakan pengamen nantinya dapat mengisi acara di taman kota, restoran, atau hotel yang ramai, dengan syarat tertentu.
Bila penataannya rapi, maka wisatawan dan pengunjung akan terhibur alih-alih merasa terganggu.
"Malah bisa rindu dengan kehadiran pengamen Malioboro. Inilah yang ingin kami wujudkan: pengamen sebagai daya tarik budaya, bukan sumber keresahan," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga: Lampu Merah Bebas Pengamen? Jogja Siapkan Jurus Jitu 'Zero Gepeng'
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Jogja Darurat Pendidikan: 5.023 Anak Putus Sekolah, Nasib Guru Honorer di Ujung Tanduk
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Aisyiyah: Pernyataan Prabowo 'Desa Tak Butuh Dolar' Cederai Rakyat
-
Polisi Sebut Kasus Tewasnya Pelajar di Kawasan Kridosono Bukan Klitih, Tapi Perselisihan Antar Geng?
-
Update Kasus Daycare Little Aresha, Polresta Jogja Siapkan Pelimpahan 13 Tersangka ke Kejaksaan
-
Dinilai Terlalu Berbelit, Trah Sri Sultan HB II Ajukan Uji Materi UU Nomor 20 Tahun 2009 ke MK