- Pengamen di Malioboro akan mendapatkan tempat untuk tetap berkarya
- Ada sekitar 5-10 titik yang bisa dijadikan tempat pengamen unjuk gigi di hadapan wisatawan
- Para pengamen juga akan diarahkan untuk mengisi hiburan di restoran bahkan hotel
Keberadaan pengamen yang kadang memaksa pengunjung untuk memberi uang bisa saja dianggap mencederai nilai filosofis tersebut.
"Kami ingin pengamen Malioboro bisa tampil profesional. Jogja ini gudangnya seniman, jadi harusnya bisa melahirkan karya baru, bukan hanya membawakan lagu orang lain," tandasnya.
Hasto menambahkan, penataan ini bukan untuk menghilangkan mata pencaharian para pengamen.
Sebaliknya, dengan adanya titik resmi, justru diharapkan mereka bisa mendapatkan penghasilan lebih baik dan stabil.
Apalagi Pemkot mewacanakan pengamen nantinya dapat mengisi acara di taman kota, restoran, atau hotel yang ramai, dengan syarat tertentu.
Bila penataannya rapi, maka wisatawan dan pengunjung akan terhibur alih-alih merasa terganggu.
"Malah bisa rindu dengan kehadiran pengamen Malioboro. Inilah yang ingin kami wujudkan: pengamen sebagai daya tarik budaya, bukan sumber keresahan," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga: Lampu Merah Bebas Pengamen? Jogja Siapkan Jurus Jitu 'Zero Gepeng'
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Salah Desil Bisa Pengaruhi Bansos, Dinsos Gunungkidul Buka Jalur Koreksi Data
-
Gelombang Laut Selatan DIY Bisa Capai 4 Meter, Nelayan dan Wisatawan Diminta Waspada
-
Salah Baca Desil Berisiko Salah Sasaran Program, BPS Minta DTSEN Tak Dibaca Secara Sederhana
-
Rekening Aktivis Diblokir, JCW Curiga Ada Operasi Membungkam Suara Kritis
-
BRI Luncurkan BRImo Taiwan, Perkuat Jembatan Finansial Lintas Negara