- TPR Pantai Selatan di Bantul segera dipindah
- Sementara ada tenda darurat yang disiapkan namun dikeluhkan petugas
- Dinas Pariwisata Bantul akan bertindak untuk memfasilitasi keluhan petugas
SuaraJogja.id - Pemindahan lokasi Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) di kawasan pantai selatan Bantul ke sisi selatan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) menimbulkan keluhan dari para petugas lapangan.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari pembukaan Jembatan Pandansimo yang mulai beroperasi sejak awal pekan, dengan tujuan menekan potensi kebocoran retribusi wisata.
Sebelumnya, TPR permanen lama yang berada di Jalan Parangtritis telah dipindahkan ke area dekat makam Syekh Bela-Belu, di utara JJLS.
Sementara itu, di sepanjang kawasan pantai dari sisi barat hingga timur Bantul kini dioperasikan TPR darurat berupa tenda yang didirikan di area pantai.
Petugas Keluhkan Kondisi Tenda yang Tidak Layak
Koordinator TPR Pantai Samas hingga Pandansimo, Suto Akhir, mengungkapkan bahwa fasilitas TPR darurat sangat tidak nyaman bagi petugas.
Mereka kerap bekerja dalam kondisi panas terik atau hujan lebat disertai angin kencang yang berisiko merobohkan tenda.
"Kalau hujan deras disertai angin, pekerjaan jadi tidak maksimal. Petugas tetap harus menarik retribusi meski dalam kondisi basah kuyup," ujar Suto dikutip dari Harianjogja.com, Minggu (5/10/2025).
Ia menambahkan, terdapat 22 petugas TPR yang harus dibagi di banyak titik, termasuk di pantai yang sepi pengunjung. Kondisi ini membuat pembagian personel tidak merata.
Baca Juga: Bantul Perangi Sampah Liar: Satpol PP Gelar Operasi Subuh, Ini Hasilnya
“Misalnya di Pantai Samas, pengunjungnya sedikit tapi tetap ada petugas. Sementara di Pantai Tanggul Tirto yang lebih ramai justru tidak ada petugas. Hal ini akan saya sampaikan ke Dinas Pariwisata agar ada penyesuaian,” lanjutnya.
Suto berharap agar pembangunan TPR semi permanen segera direalisasikan untuk meningkatkan kenyamanan dan kinerja petugas, terutama menjelang musim hujan.
Kondisi TPR Baru Dinilai Kurang Representatif
Koordinator TPR Induk Pantai Parangtritis, Rohmad Ridwan, juga menyampaikan keluhan serupa.
Menurutnya, lokasi TPR baru kurang memadai dibandingkan TPR lama karena fasilitas yang terbatas dan jalur sempit yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
"Bangunan yang ada sekarang tidak layak. Petugas bisa kepanasan atau kehujanan, dan jalan menuju TPR hanya satu jalur. Banyak kendaraan yang melintas dengan kecepatan tinggi tanpa tanda peringatan," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Sempat Alami Gejala Keracunan Usai Santap MBG, Puluhan Siswa di Sleman Akhirnya Kembali Bersekolah
-
Kinerja Semester I Lampaui Ekspektasi, Saham BBRI Direkomendasikan Buy oleh Analis
-
Duh! 9.216 Keluarga di Bantul Kehilangan Bansos karena Terindikasi Judol
-
Kematian Bambang hingga Ricuh di Simpang Gramedia, Pakar: Jangan Biarkan Ormas Jadi Polisi Jalanan
-
Gagal Amankan Aksi di Simpang Empat Gramedia, JPW Kecam Pembiaran Bentrokan dan Keterlibatan Ormas