- Sebuah kecelakaan yang melibatkan becak motor atau bentor menjadi sorotan di Yogyakarta
- Bentor sejauh ini masuk dalam ketegori kendaraan ilegal di Kota Pelajar
- Kecelakaan itu kembali memicu perdebatan bagaimana regulasi bentor yang tak jelas
Banyak pengemudi bentor yang tidak tergabung dalam paguyuban resmi dan sebagian memodifikasi kendaraan tanpa standar keamanan.
"Kita sudah lama melakukan konsolidasi dengan teman-teman paguyuban bentor. Tujuannya bukan melarang, tapi menata agar seimbang antara kebutuhan wisata dan kapasitas kawasan," sebut dia.
Made menambahkan, Pemda juga sudah mencoba memberikan solusi alternatif berupa becak becak listrik agar tetap memberi ruang bagi pekerja tradisional tanpa mengganggu tata ruang kota.
Namun saat ini baru ada sekitar 90 unit becak listrik.
Karenanya penertiban bukan lagi sekadar rencana jangka panjang.
Namun jadi keharusan setelah munculnya korban akibat kecelakaan bentor.
"Harus ada langkah tegas, tapi dengan pendekatan sosial. Kalau langsung ditertibkan tanpa solusi, nanti dianggap menekan rakyat kecil. Padahal pemerintah sudah kasih opsi. Masalahnya tinggal mau diikuti atau tidak," ungkapnya.
Sebelumnya Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengungkapkan, keberadaan bentor sebagai transportasi ilegal akan diganti becak listrik.
Hal itu itu menjadikan Malioboro sebagai kawasan zero emission.
Baca Juga: Yogyakarta Darurat Kesehatan Mental: Krisis Depresi dan Gangguan Jiwa Mengintai Generasi Muda
"Namun karena pengadaan becak listrik mahal, alternatifnya memasang mesin listrik pada becak-becak kayuh, ini yang lebih memungkinkan untuk dilakukan saat ini," ungkap dia.
Secara terpisah Plt Kasi Humas Polresta Jogja, Gandung Harjunadi dalam keterangannya mengungkapkan bentor dibuat dengan desain rangka yang tidak mempertimbangkan beban dan tegangan saat dijalan dan bahan yang kurang bagus memenuhi standar keamanan.
"Sehingga tidak optimal saat dipakai muat orang atau barang," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Ketua Yayasan Little Aresha Dituntut 10 Tahun Penjara, 83 Anak Korban Minta Restitusi Rp2,12 Miliar
-
BRI Bidik Peluang Bisnis dari MotoGP Mandalika 2026
-
Pemerintah Berencana Buat Program Kuliah Gratis, PTS Terancam Gigit Jari Kehilangan Mahasiswa
-
Ngenes! Prabowo Tambah Pejabat, Transfer ke DIY Malah Susut Rp910 Miliar
-
MotoGP Mandalika 2026 Makin Ramah Lingkungan, BRI Peduli Kerahkan 500 Relawan