- Pengawasan mutu makanan terus dilakukan Pemkot Jogja
- Hal itu untuk menghindari bahan makanan yang terindikasi formalin dan bahan kimia berbahaya
- Beberapa makanan masih ditemukan senyawa tersebut namun masih dalam batas aman
SuaraJogja.id - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Yogyakarta terus meningkatkan pengawasan terhadap mutu dan keamanan pangan segar di berbagai pasar tradisional dan retail modern.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah beredarnya bahan pangan berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat.
Ketua Tim Kerja Pengawasan Mutu Pangan DPP Kota Yogyakarta, Yuanita Ari Astuti, menjelaskan bahwa pengawasan meliputi pangan segar asal tumbuhan, pangan asal hewan, dan hasil perikanan.
"Tujuan utama kami adalah memastikan masyarakat Yogyakarta mengonsumsi pangan yang benar-benar aman dan bebas dari bahan berbahaya," ungkap Yuanita dikutip Minggu (12/10/2025).
Sepanjang tahun ini, DPP menargetkan pengambilan 500 sampel pangan segar asal tumbuhan (PSAT), 600 sampel pangan segar asal hewan (PSAH), serta 600 sampel pangan hasil perikanan (PSHP).
Proses pengawasan akan dilakukan di 29 pasar tradisional dan retail modern di wilayah Kota Yogyakarta.
Jenis pangan yang diuji mencakup sayur-sayuran, daging sapi, daging ayam, susu, telur, ikan segar, dan ikan kering.
"Setiap bulan kami melakukan pengawasan rutin dengan menyasar enam hingga tujuh pasar tradisional secara bergiliran. Selain pemeriksaan di lapangan, kami juga melakukan pengambilan sampel untuk diuji di laboratorium," jelas Yuanita.
Menurutnya, kegiatan ini penting untuk memastikan pangan segar di Kota Yogyakarta memenuhi standar mutu dan aman dikonsumsi masyarakat.
Baca Juga: Dari Lorong Sempit Jadi Ladang Rezeki: Kisah Emak-Emak Rejosari Ubah Kampung Jadi Produktif di Jogja
Dari hasil uji cepat tahun ini, DPP masih menemukan beberapa sayuran dan ikan kering yang tidak memenuhi syarat karena mengandung residu pestisida dan formalin, meskipun jumlahnya relatif kecil.
"Biasanya jenis sayur seperti bawang dan cabai masih mengandung residu pestisida. Kami terus memberikan edukasi agar pedagang dan masyarakat tahu cara mengurangi residu, misalnya dengan mencuci bahan pangan menggunakan air mengalir dan memasaknya hingga matang," terangnya.
Selain pengawasan, DPP Kota Yogyakarta juga memberikan pembinaan kepada pedagang pangan segar mengenai pentingnya penerapan higiene dan sanitasi.
Edukasi tersebut mencakup kebersihan tempat berjualan, penanganan produk, hingga penyimpanan dan pemajangan sesuai standar keamanan pangan.
"Sebagian besar pedagang menyambut baik program ini karena menjadi bentuk jaminan bahwa produk mereka aman untuk dikonsumsi masyarakat," tambah Yuanita.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
Terkini
-
Sampah Organik Milik Warga Kota Jogja Kini Diambil Petugas DLH, Simak Jadwalnya
-
DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
-
Dana Desa 2026 Terancam Dipangkas, Pengembangan Koperasi Merah Putih di Bantul Terkatung-katung
-
Gengsi Maksimal, Dompet Santai! 4 Mobil Bekas Harga Rp60 Jutaan yang Bikin Melongo
-
Tak Kenal Pelapor, Muhammadiyah Minta Pandji Lebih Cermat dan Cek-Ricek Materi Stand Up