- Kasus stunting dan pincangnya MBG harus diselesaikan bersama
- Lembaga pendidikan seperti kampus didorong untuk bisa turun tangan
- Wamendiktisaintek, Fauzan meminta riset yang sudah dibuat oleh kampus harus diterapkan di masyarakata
SuaraJogja.id - Di tengah kompleksnya persoalan masyarakat saat ini, mulai dari isu stunting, kesehatan, pendidikan, maraknya kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga tantangan sosial ekonomi pascapandemi, perguruan tinggi dituntut tidak hanya menjadi menara gading ilmu pengetahuan.
Kampus harus hadir di tengah masyarakat sebagai pusat solusi dan penggerak perubahan.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Wamendiktisaintek), Fauzan menyatakan, peran perguruan tinggi hari ini harus melampaui ruang kuliah dan laboratorium.
Sebab dunia pendidikan tinggi adalah pusat peradaban dan sumber ilmu pengetahuan yang memiliki tanggung jawab besar untuk turut menyelesaikan berbagai masalah bangsa.
"Produk-produk riset yang dimiliki kampus harus bermanfaat bagi masyarakat sekitar, bukan hanya berhenti di jurnal atau prototipe. Perguruan tinggi diharapkan meningkatkan peran dalam mengatasi persoalan masyarakat dengan ilmu dan teknologi," papar Fauzan usai hadir dalam Milad Unisa Yogyakarta, Selasa (14/10/2025) .
Selama ini, lanjutnya, masih banyak riset perguruan tinggi yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Banyak di antaranya hanya tersimpan di rak atau sekadar menjadi laporan akademik.
Padahal di balik temuan-temuan ilmiah tersebut tersimpan potensi besar untuk menyelesaikan persoalan konkret di masyarakat, mulai dari kesehatan ibu dan anak, gizi buruk, hingga inovasi teknologi tepat guna bagi desa.
"Sudah saatnya perguruan tinggi bertransformasi. Ilmu pengetahuan itu wajib memberi kontribusi bagi masyarakat. Jangan hanya menjadi menara gading yang jauh dari realitas sosial," tandasnya.
Baca Juga: Waspada Pestisida, Strategi Yogyakarta Jamin Pangan Aman Bebas Bahan Berbahaya
Fauzan menyebut, pemerintah tengah mendorong agar hasil riset tidak berhenti pada tataran ide, tetapi dapat dihilirisasi menjadi solusi nyata.
Berbagai skema pendanaan riset dan pengabdian masyarakat kini diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, bukan sekadar memenuhi target publikasi ilmiah.
"Kita punya program riset dan pengabdian masyarakat, dan semua diarahkan untuk kepentingan masyarakat. Harapannya, tidak hanya Kementerian Pendidikan yang mendukung, tapi juga kementerian lain serta pemerintah daerah agar sinerginya lebih kuat," ungkapnya.
Ia mencontohkan persoalan stunting dan gizi anak yang hingga kini masih menjadi isu nasional. Kampus, katanya, memiliki sumber daya manusia, laboratorium, dan jejaring akademik yang bisa digerakkan untuk membantu pemerintah daerah menemukan solusi berbasis riset.
"Misalnya Unisa, dengan kompetensinya di bidang kesehatan dan gizi masyarakat, sangat relevan untuk terlibat dalam program penanggulangan stunting. Ini contoh nyata kontribusi kampus dalam menghadapi persoalan bangsa," paparnya.
Sementara Rektor Unisa Yogyakarta, Warsiti mengungkapkan kampus itu menjadikan riset dan pengabdian sebagai bagian dari tanggung jawab sosial kampus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, BRI DPLK Kini Lebih Praktis Dibuka lewat BRImo
-
Duh! Gunungkidul Sampai Ajukan Tambahan Stok BBM, Pemda DIY Lakukan Efisiensi Transportasi
-
Purbaya Dicopot, DPRD DIY Tantang Menkeu Baru Batalkan Seluruh Pemangkasan Anggaran Daerah
-
Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius
-
Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan