- Sejumlah kesenian asal Sleman disebut-sebut hampir punah
- Masyarakat didorong mengenal lagi budaya-budaya di Sleman
- Meskipun tidak ada Dana Keistimewaan, budaya di Bumi Sembada harus terus dilestarikan
Dipastikan Ishadi, hingga saat ini, belum ada kesenian di Bumi Sembada yang benar-benar punah.
Namun, Ishadi mengakui sejumlah seni tradisi sedang dalam tahap identifikasi karena terancam hilang.
"Terancam ya, beberapa kesenian ada beberapa sih yang kemudian nanti kita identifikasi, kita inventarisir, kemudian kita lakukan revitalisasi," ujarnya.
Untuk memperluas jangkauan pelestarian, Dinas Kebudayaan berencana bekerja sama dengan sekolah dan sanggar. Koordinasi pun bakal melibatkan Dinas Pendidikan.
Terkait dengan informasi kemungkinan pemotongan Dana Keistimewaan (Danais), kata Ishadi, pelestarian tidak boleh bergantung pada dana pemerintah.
Ia menekankan pentingnya kemandirian masyarakat untuk menjaga keberlanjutan seni tradisi di Sleman.
"Danais itu hanya stimulan. Jangan kemudian ora ono danais, tidak ada kegiatan budaya. Ada atau tidak ada Danais, kegiatan budaya itu harus tetap berjalan," ujar dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi