- Sejumlah kesenian asal Sleman disebut-sebut hampir punah
- Masyarakat didorong mengenal lagi budaya-budaya di Sleman
- Meskipun tidak ada Dana Keistimewaan, budaya di Bumi Sembada harus terus dilestarikan
Dipastikan Ishadi, hingga saat ini, belum ada kesenian di Bumi Sembada yang benar-benar punah.
Namun, Ishadi mengakui sejumlah seni tradisi sedang dalam tahap identifikasi karena terancam hilang.
"Terancam ya, beberapa kesenian ada beberapa sih yang kemudian nanti kita identifikasi, kita inventarisir, kemudian kita lakukan revitalisasi," ujarnya.
Untuk memperluas jangkauan pelestarian, Dinas Kebudayaan berencana bekerja sama dengan sekolah dan sanggar. Koordinasi pun bakal melibatkan Dinas Pendidikan.
Terkait dengan informasi kemungkinan pemotongan Dana Keistimewaan (Danais), kata Ishadi, pelestarian tidak boleh bergantung pada dana pemerintah.
Ia menekankan pentingnya kemandirian masyarakat untuk menjaga keberlanjutan seni tradisi di Sleman.
"Danais itu hanya stimulan. Jangan kemudian ora ono danais, tidak ada kegiatan budaya. Ada atau tidak ada Danais, kegiatan budaya itu harus tetap berjalan," ujar dia.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
Terkini
-
Waspada Cuaca Ekstrem saat Libur Lebaran, Sleman Perpanjang Siaga Darurat hingga 31 Mei 2026
-
Aveta Hotel Malioboro Mengadakan Buka Bersama Anak-anak Panti Asuhan Mustika Tama
-
Ngenes! Tak Ada Anggaran Besar, Pemda DIY Hanya Sanggup Tambal Jalan Rusak
-
Terlibat Kecelakaan di Kulon Progo, Bos Rokok HS Siap Tanggung Biaya Korban hingga Kuliah Sarjana
-
Potensi Tinggi, Tapi Hanya 40 Persen ASN DIY Bayar Zakat Lewat Baznas