- Naskah sejarah kuno di Sleman dimiliki banyak oleh warga
- Meski dimiliki warga, namun naskah kuno ini tak tersampaikan, padahal memiliki nilai sejarah
- Kendalanya adalah bahasa yang tak dimengerti oleh masyarakat saat ini
Untuk memahami isi dan nilai sejarah dari naskah tersebut, pihaknya kini bekerja sama dengan para ahli filologi dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Termasuk dalam upaya pengalihmediaan hingga digitalisasi untuk kemudian bisa dibaca dan dipahami seluruh masyarakat.
"Jadi sudah ada ahli filolog dari Kraton Ngayogyakarta untuk mengalih bahasa, lalu mengalih media untuk jadi digital, digitalisasi naskah kuno. Nanti akan dikurasi juga lebih lanjut," ungkapnya.
Langkah digitalisasi ini, lanjut Shavitri, merupakan bagian dari upaya pelestarian identitas dan budaya daerah.
Upaya digitalisasi dan pelibatan ahli filologi ini, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap kekayaan literasi masa lampau dapat terselamatkan dan dapat diakses oleh generasi muda tanpa kehilangan nilai sejarahnya.
"Ini tugas dan kewenangan kami untuk menyelamatkan naskah kuno yang bersejarah bagian dari identitas maupun budaya kita Sleman dan Daerah Istimewa Yogyakarta," ujar dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Purbaya Dicopot, DPRD DIY Tantang Menkeu Baru Batalkan Seluruh Pemangkasan Anggaran Daerah
-
Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius
-
Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan
-
Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja
-
Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri