- Naskah sejarah kuno di Sleman dimiliki banyak oleh warga
- Meski dimiliki warga, namun naskah kuno ini tak tersampaikan, padahal memiliki nilai sejarah
- Kendalanya adalah bahasa yang tak dimengerti oleh masyarakat saat ini
Untuk memahami isi dan nilai sejarah dari naskah tersebut, pihaknya kini bekerja sama dengan para ahli filologi dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Termasuk dalam upaya pengalihmediaan hingga digitalisasi untuk kemudian bisa dibaca dan dipahami seluruh masyarakat.
"Jadi sudah ada ahli filolog dari Kraton Ngayogyakarta untuk mengalih bahasa, lalu mengalih media untuk jadi digital, digitalisasi naskah kuno. Nanti akan dikurasi juga lebih lanjut," ungkapnya.
Langkah digitalisasi ini, lanjut Shavitri, merupakan bagian dari upaya pelestarian identitas dan budaya daerah.
Upaya digitalisasi dan pelibatan ahli filologi ini, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap kekayaan literasi masa lampau dapat terselamatkan dan dapat diakses oleh generasi muda tanpa kehilangan nilai sejarahnya.
"Ini tugas dan kewenangan kami untuk menyelamatkan naskah kuno yang bersejarah bagian dari identitas maupun budaya kita Sleman dan Daerah Istimewa Yogyakarta," ujar dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
Terkini
-
Digeruduk Masa Akibat Pelayanan Lambat, Pemkab dan BPN Sleman Sepakati Evaluasi Besar
-
Penyelenggara Event di Jogja Ketar-ketir,Imbas Rupiah Melemah dan BBM Naik
-
Harga Pertamax Naik, Pekerja Bergaji UMR di Jogja Kian Terjepit
-
Hasil Audit Kasus Dugaan Malapraktik Balita, RSUD Prambanan Sebut Tak Ada Kelalaian Medis
-
BRI Perluas QRIS Cross Border BRImo ke China, Transaksi Makin Praktis