- Pemerintah Victoria dan DIY memperluas kerja sama melalui MoU baru yang fokus pada pendidikan, industri kreatif, dan inovasi.
- MoU tersebut ditandatangani Gubernur Victoria dan Gubernur DIY pada Kamis, 20 November 2025, di Yogyakarta.
- Kunjungan dilanjutkan ke SDN Kalisongo untuk meninjau keberhasilan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) yang terinspirasi Victoria.
SuaraJogja.id - Pemerintah Negara Bagian Victoria, Australia, dan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi memperluas cakupan kerja sama bilateral melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) baru yang mencakup tiga sektor strategis, yaitu pendidikan, industri kreatif, dan inovasi.
Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Gubernur Victoria, Margaret Gardner AC di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (20/11/2025).
"Kerja sama yang terjalin di bidang seni, pendidikan, dan inovasi telah memberikan kontribusi nyata bagi kedua wilayah," ujar Victoria di laman resmi Pemda DIY.
Usai kesepakatan tersebut, Margaret Gardner menyempatkan diri untuk berkunjung ke Kulon Progo, tepatnya SDN Kalisongo yang merupakan salah satu sekolah yang telah mengalami transformasi melalui Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM).
GSM sendiri tumbuh dari gerakan kecil beberapa sekolah hingga kini hadir di ribuan sekolah di berbagai daerah.
Sang pendiri, Muhammad Nur Rizal, dan co-founder, Novi Poespita Candra, memiliki hubungan emosional dengan Victoria karena ide gerakan ini lahir saat anak mereka bersekolah di sana.
“Jika hal seperti ini bisa terjadi untuk anak kami di Victoria, mengapa tidak bisa terjadi untuk jutaan anak di Indonesia?” kata Rizal.
"Mereka menciptakan ruang belajar yang menjunjung martabat, bukan ketakutan. Tidak ada batasan atau rahasia," lanjutnya.
"Hanya kepercayaan, kemurahan hati, dan keyakinan bersama bahwa pendidikan harus selalu berpihak pada kemanusiaan," tuturnya menambahkan.
Baca Juga: Dijebak Kerja ke Kamboja: Pemuda Kulon Progo Lolos dari Sindikat Penipuan hingga Kabur Lewat Danau
Ia kemudian menceritakan bagaimana dirinya dan Novi ingin membawa kualitas pendidikan Australia ke Indonesia, disesuaikan dengan budaya lokal dan semangat para guru yang terus berjuang menciptakan perubahan.
Menurut Rizal, perbaikan pendidikan tidak cukup hanya melalui kebijakan. Hubungan antarpihak yang saling percaya, belajar bersama, dan saling menguatkan juga wajib dibangun.
Dalam pidatonya, Rizal menyampaikan apresiasi kepada Victoria.
“Victoria telah menjadi guru bagi kami. Dan hari ini, kami merasa terhormat menunjukkan bagaimana pengaruh itu telah berakar di tanah kami sendiri, dipadukan dengan kearifan lokal Indonesia," ungkap Rizal.
Rizal pun menceritakan perubahan yang terlihat di SDN Kalisongo adalah bukti perubahan pola pikir para guru.
Kunjungan ini juga menegaskan posisi GSM sebagai gerakan yang tidak hanya relevan secara nasional, tetapi juga patut diperhitungkan dunia.
Berita Terkait
-
Dijebak Kerja ke Kamboja: Pemuda Kulon Progo Lolos dari Sindikat Penipuan hingga Kabur Lewat Danau
-
Cuaca Ekstrem Ancam DIY: Dua Kabupaten Tetapkan Status Siaga
-
Waspada, Lonjakan Penyakit Landa Kulon Progo: ISPA Menggila, DBD Mengintai
-
Banjir & Longsor Mengintai: Kulon Progo Tetapkan Status Siaga Darurat, Dana Bantuan Disiapkan?
-
Miris, Siswa SMP di Kulon Progo Kecanduan Judi Online, Sampai Nekat Pinjam NIK Bibi untuk Pinjol
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Dana Desa 2026 Terancam Dipangkas, Pengembangan Koperasi Merah Putih di Bantul Terkatung-katung
-
Gengsi Maksimal, Dompet Santai! 4 Mobil Bekas Harga Rp60 Jutaan yang Bikin Melongo
-
Tak Kenal Pelapor, Muhammadiyah Minta Pandji Lebih Cermat dan Cek-Ricek Materi Stand Up
-
Trump Makin Dar-Der-Dor, Pakar Sebut Tatanan Dunia Terguncang, Picu Aksi Teroris
-
Kekecewaan Keluarga Diplomat Arya Daru usai Polisi Setop Penyelidikan, Ada Sederet Kejanggalan