- Pengemudi transportasi roda tiga di Yogyakarta gelisah menghadapi libur Nataru karena status operasional aplikasi mereka belum memiliki kejelasan regulasi Pemda DIY.
- Ketidakpastian hukum ini menyebabkan banyak pengemudi enggan mengambil pesanan meskipun potensi pendapatan dari wisatawan akhir tahun sangat besar.
- Pemda DIY menyatakan teknis pembatasan lokasi operasi moda roda tiga berbasis aplikasi harus ditentukan oleh masing-masing pemerintah kota/kabupaten setempat.
SuaraJogja.id - Harapan para pengemudi transportasi roda tiga atau bajaj untuk menyambut lonjakan wisata akhir tahun justru bercampur kegelisahan. Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), para pengemudi mengaku sulit mencari rezeki.
Bukan tanpa sebab, status operasional moda roda tiga berbasis aplikasi itu belum jelas hingga saat ini. Aturan dari Pemda DIY maupun pemerintah kota/kabupaten belum juga ada kejelasan yang akhirnya membuat mereka terjebak dalam kondisi was-was saat di jalan.
Sapto, salah seorang pengemudi baja di Yogyakarta, Senin (8/12/2025), mengaku situasi ini membuat banyak sopir gamang mengambil orderan. Ketidakpastian aturan bahkan memengaruhi keberanian mereka beroperasi penuh menjelang musim libur. Padahal momen Nataru seharusnya mampu mengangkat pendapatan.
“Kami bukannya mau melanggar, tapi aturannya tidak kunjung turun. Wisatawan mulai datang, tapi kami tetap bingung ini boleh atau tidak. Kalau nekat jalan, takut nanti tiba-tiba ada penertiban,” ujarnya.
Menurut wakil ketua asosiasi Bajaj Maxride Yogyakarta tersebut, di berbagai titik wisata seperti Malioboro, Alun-alun, dan Beringharjo, para pengemudi bajaj lebih banyak menunggu ketimbang berkeliling.
Beberapa dari mereka mengaku pendapatan harian menurun karena jam operasi mereka pangkas sendiri karena takut dianggap melanggar aturan yang masih "abu-abu".
Dia menilai ketidakpastian ini justru memukul mereka di saat mereka paling berharap peningkatan pendapatan.
Kejelasan aturan untuk roda tiga mengaspal di jalan tak hanya penting bagi mereka, tetapi juga bagi wisatawan yang membutuhkan moda aman, tertutup, dan mudah menjangkau gang kampung.
Karenanya dia berharap Pemda DIY dan pemerintah kota/kabupaten segera menerbitkan regulasi yang jelas. Tak hanya berupa legalisasi terbatas namun zonasi operasi mereka.
Baca Juga: 4 Link Saldo DANA Kaget Spesial Jumat Berkah untuk Warga Jogja: Raih Kesempatan Rp129 Ribu!
"Kami ikut aplikasi resmi, kendaraan dicek, kami bayar pajak, semua tertib. Tapi ya itu, aturan belum ada. Kami merasa digantung," akunya.
Hal senada juga disampaikan Wahyu, pengemudi lain yang mengungkapkan akhir tahun seharusnya menjadi masa panen. Namun kali ini, situasinya terbalik.
"Biasanya kalau jelang Nataru ramai wisatawan kan, tapi kami justru makin takut ambil orderan. Mau cari rezeki, tapi kok ya rasanya dihalangi aturan yang belum jadi," ungkapnya.
Para sopir menyebut permintaan sebenarnya mulai tampak dari wisatawan domestik yang datang lebih awal. Namun tanpa kejelasan regulasi, sebagian pengemudi memilih menolak perjalanan tertentu demi menghindari risiko.
"Kami takut kalau nanti kena razia bagaimana? Mau jelaskan ke penumpang juga bingung soalnya belum ada aturan resmi," ujarnya.
Salah seorang wisatawan asal Bandung, Imas mengungkapkan, transportasi yang murah sangat dibutuhkan wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Apalagi keterbatasan jumlah Trans Jogja yang bisa mengangkut penumpang dari satu destinasi ke destinasi lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional
-
Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM
-
Polresta Sleman Sita 561 Botol Miras Ilegal Selama Oktober 2026