- FKNM NU mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi dinamika internal PBNU yang memerlukan pengendalian kuat.
- Forum kiai nyai muda menekankan penyelesaian konflik harus melalui musyawarah demi menjaga fokus organisasi.
- FKNM NU siap mendukung upaya penegakan aturan organisasi demi keberlanjutan khidmah NU di masa depan.
SuaraJogja.id - Forum Kiai Nyai Muda Nahdlatul Ulama (FKNM NU) menyampaikan pernyataan resmi terkait dinamika internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap arah penyelesaian persoalan organisasi.
Menurut FKNM NU diperlukan langkah-langkah terukur agar NU tetap berada pada rel organisasi sesuai aturan yang berlaku. Mereka menilai situasi internal PBNU membutuhkan respons jernih dan pengendalian yang kuat.
FKNM NU menilai dinamika internal bagian dari proses berjam’iyyah yang wajib dijalankan dengan kehati-hatian. Forum menekankan bahwa ketegangan organisasi bisa berdampak pada kerja kemasyarakatan NU di berbagai daerah sehingga tradisi musyawarah harus diutamakan.
"NU membutuhkan ruang yang tenang. Konflik internal harus diselesaikan melalui musyawarah. NU tidak boleh kehilangan arah organisasi," kata Koordinator FKNM NU, Fatimah Asri Mutmainah, dalam keterangan tertulis, Selasa (9/12/2025).
Menurut Fatimah, persoalan ini memicu keprihatinan kiai-kiai dan bu nyai muda NU dari berbagai daerah untuk ikut bersuara. Tujuannya semata-mata untuk ikhtiar merawat jam’iyyah.
"Sebagai bagian dari penghuni rumah besar NU, suara kami memang lirih untuk terdengar, tapi selirih apa pun, kami meyakini itu menjadi bagian dari tinta dalam menuliskan sebuah peradaban," ungkapnya.
Dalam forum tersebut terdiri dari sejumlah kiai dan nyai dari berbagai daerah dan pesantren mulai dari Jakarta, Cirebon, Yogyakarta, Bandung, Tasikmalaya, Tangerang Selatan, dan Depok.
Forum berharap seluruh pihak mampu menahan diri dari langkah yang dapat memicu ketegangan. Mereka mendorong agar pengurus NU tetap fokus menjalankan tugas pokok.
Tak lupa pula meminta jamaah mendoakan para pemimpin dan kader yang tengah mengemban amanah organisasi.
Baca Juga: Kustini Pede Raih Kemenangan Usai Kantongi Dukungan Penuh dari NU Sleman
"Forum siap mendukung langkah yang menegakkan aturan dan memperkuat struktur NU. Sikap ini diambil agar NU dapat melanjutkan khidmah bagi umat dan bangsa," ucapnya.
Salah satu anggota FKNM NU dari Jakarta, Rifqi Muhammad Fatkhi, memandang Muktamar mendatang sebagai momentum penting untuk menata ulang kehidupan jam’iyyah NU.
"Muktamar harus menjadi ruang perbaikan dan penyempurnaan tata kelola jam’iyyah," ungkap Rifqi.
Ia menekankan pentingnya menjaga marwah organisasi di tengah dinamika yang berkembang.
"Pengurus di semua tingkatan perlu menjaga kewibawaan NU. Warga NU menempatkan NU sebagai rujukan, karena itu, sikap para pemimpin harus mencerminkan tanggung jawab," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Pameran ARCHIVEPELAGO: 45 Tahun Garin Nugroho Menyemai Indonesia
-
Segera Diadili Pengadilan, 13 Tersangka Kasus Little Aresha Dipindah ke Lapas Perempuan Gunungkidul