SuaraJogja.id - PT PLN (Persero) terus berkomitmen dalam penguatan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), khusunya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hal ini untuk memastikan kenyamanan pengguna kendaraan listrik selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Executive Vice President Pengembangan Produk Niaga PT PLN (Persero), Ririn Rachmawardini mengatakan hingga saat ini PLN telah menyiapkan sekitar 4.600 SPKLU yang tersebar di kurang lebih 3.500 lokasi di seluruh Indonesia. Untuk wilayah Yogyakarta, PLN telah mengoperasikan sekitar 32 mesin SPKLU di 20 lokasi.
“Sampai dengan hari ini kurang lebih sudah 4.600 SPKLU yang tersebar di sekitar 3.500 lokasi seluruh Indonesia. Untuk Jogja sendiri, ada sekitar 32 mesin yang sudah beroperasi di 20 lokasi,” ujar Ririn.
Ririn menjelaskan, Yogyakarta menjadi salah satu titik penting dalam rangkaian ground check kesiapan SPKLU karena tingginya aktivitas pariwisata pada bulan Desember.
“Di Desember ini pariwisata sedang high season. Jadi kami bersiap agar pengguna EV yang ingin ke Jogja experience-nya bisa lebih, dengan menyiapkan SPKLU, khususnya yang kapasitasnya besar supaya pengecasannya lebih cepat,” jelasnya.
Ririn juga mengatakan bahwa UP3 Jogjakarta ini salah satu charging hub pertama di Kota Jogjakarta, sehingga pengguna EV yang ke Jogja bisa merasa aman dan experience-nya meningkat.
Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan pengguna EV yang berkunjung ke Yogyakarta.
Sementara itu, Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (MUP3) PLN Yogyakarta, Sigit Hariwibowo memastikan seluruh SPKLU di wilayah Yogyakarta beroperasi dengan baik dan didukung petugas siaga 24 jam.
“Kami memastikan semua SPKLU di Jogja beroperasi dengan baik. Kami juga menyiapkan petugas khusus 24 jam jika ada kendala, sehingga pengguna EV yang mengisi baterai bisa merasa aman, tenang, dan nyaman,” ujar Sigit.
Baca Juga: Libur Akhir Tahun, Bandara YIA Bersiap Hadapi Lonjakan Ratusan Ribu Penumpang
Ia mengimbau masyarakat yang akan berlibur melalui Yogyakarta untuk memanfaatkan aplikasi PLN Mobile sebelum dan selama perjalanan.
“Pastikan sudah membuka aplikasi PLN Mobile untuk melihat titik-titik SPKLU di Jogja, dan pastikan baterai dalam kondisi penuh sebelum berangkat berwisata,” tutupnya. ***
Kontributor : Tantri Amela Iskandar
Berita Terkait
-
Libur Akhir Tahun, Bandara YIA Bersiap Hadapi Lonjakan Ratusan Ribu Penumpang
-
5 Juta Wisatawan Diprediksi Masuk Jogja Saat Nataru, Titik Rawan Kecelakaan Perlu Diwaspadai
-
Menjaga Nada dari Pita: Penjual Kaset Terakhir di Beringharjo yang Bisa Kuliahkan Tiga Anaknya
-
Antisipasi Arus Tersendat saat Nataru, Kontraktor Tol Jogja-Solo Lebarkan Akses dan Tambal Jalan
-
Crafting Zine: Ruang 'Slow Living' Anak Muda Jogja di Tengah Kesibukan Kuliah
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
Terkini
-
Viral Titik Nol Km Jogja Dipasang Kawat Duri, Pemda DIY Merasa Tak Dikabari Polisi
-
IAGI Soroti Tantangan Eksploitasi Kekayaan Geologi: Jangan Korbankan Lingkungan!
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Copot Kapolres Sukoharjo Tak Cukup, Penggeledahan Ponpes Disebut JPW Efek Mutasi Awur-awuran
-
Generasi Muda Mulai Apatis terhadap Tuhan, Muhammadiyah Jawab Fenomena Agnostisisme dengan ChatHPT