- Menjelang satu abad perjuangan perempuan, keadilan gender masih terhambat oleh stigma kuat menyalahkan korban kekerasan.
- Sebanyak 70 persen masyarakat beranggapan pakaian korban kekerasan adalah penyebab utama, menunjukkan kegagalan pemahaman gender.
- Keterwakilan perempuan di DPR RI masih minim (21,9 persen), padahal penting untuk arah kebijakan strategis.
Namun kondisi tersebut belum sepenuhnya tercermin di DPR RI. Keterwakilan perempuan masih sekitar 21,9 persen.
"Ini menjadi keprihatinan kita bersama, karena jumlah perempuan di parlemen sangat menentukan arah kebijakan yang dihasilkan,” ujarnya.
Selama keterwakilan perempuan masih terbatas, keputusan-keputusan strategis berpotensi belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan perempuan. Karenanya peningkatan jumlah perempuan di ruang politik harus diiringi dengan penguatan kapasitas, keberanian bersuara, dan konsistensi memperjuangkan isu-isu strategis.
Sejumlah pekerjaan rumah besar pun masih dihadapi perempuan Indonesia. Mulai dari ketimpangan ekonomi dan ketenagakerjaan, kekerasan berbasis digital, minimnya representasi politik, hingga dampak krisis lingkungan yang sering kali lebih berat dirasakan perempuan.
"Perjuangan menuju Indonesia Emas 2045 tidak akan pernah benar-benar terwujud tanpa keadilan bagi perempuan. Seratus tahun perjuangan seharusnya tidak lagi menyisakan stigma dan ketimpangan, melainkan melahirkan keberanian kolektif untuk berubah," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
BRI Dorong Lingkungan Bersih lewat Program CSR Bersih-Bersih Pantai di Bali
-
Babak Baru Rampasan Geger Sepehi 1812: Trah Sultan HB II Tegas Ambil Langkah Hukum Internasional
-
Misteri Terkuak! Kerangka Manusia di Rumah Kosong Gamping Sleman Ternyata Mantan Suami Pemilik Rumah
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang DIY: 40 Warga Dirawat Medis, Kerusakan Terkonsentrasi di Bantul