- PP Muhammadiyah mendesak Presiden Prabowo segera tetapkan status bencana nasional banjir Sumatera dan Aceh akibat penanganan lamban.
- Penetapan status nasional penting untuk efek psikologis menenangkan korban sekaligus mempercepat mobilisasi sumber daya dan koordinasi.
- Muhammadiyah menyoroti perlunya pendekatan kemanusiaan berbasis kajian akuntabel, bukan hanya pendekatan keamanan politis.
Dalam konteks yang lebih luas, Muhammadiyah mengaitkan isu penanganan bencana dengan prinsip kemanusiaan, kebangsaan, dan nilai-nilai keagamaan. Ketiganya disebut tidak bisa dipisahkan dalam membaca kebijakan publik. Ajaran agama tidak berhenti pada doktrin, melainkan harus teraktualisasi dalam kebijakan yang berpihak pada manusia dan keadilan sosial.
Karena itu, desakan penetapan status bencana nasional tidak hanya dimaknai sebagai tuntutan administratif. Namun lebih dari itu sebagai ujian keberpihakan negara pada nilai-nilai kemanusiaan.
Muhammadiyah menilai saat ini adalah momentum penting bagi pemerintah untuk menunjukkan kepemimpinan moral, merespons penderitaan warga secara cepat. Dengan demikian negara benar-benar hadir di tengah krisis.
"Jika langkah tegas itu diambil, Muhammadiyah optimistis berbagai gejala sosial yang muncul, termasuk simbol-simbol kekecewaan publik, tidak akan berlanjut," ungkapnya.
Sementara Rektor UMY, Achmad Nurmandi bencana di Sumatera dan Aceh disebut sebagai bentuk resource curse atau kutukan sumber daya alam (SDA). Padahal tiga provinsi terdampak memiliki kekayaan alam luar biasa, mulai dari hutan, tambang, hingga minyak dan gas.
Namun kekayaan itu justru tidak memberi manfaat optimal bagi masyarakat, sebaliknya meningkatkan kerentanan terhadap bencana.
"Bencana alam ini tidak terlepas dari tangan-tangan manusia, dari kebijakan pengelolaan sumber daya alam yang terjadi satu atau dua dekade lalu," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga: Prabowo Turun Tangan, Indonesia Kirim Kontingen Terbesar ke SEA Games Berkuda, Target Emas
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Revisi UU Pemilu Tertahan di Legislatif, Akademisi Sebut Sekadar Tambal Sulam
-
Anggaran BOSDa DIY 2026 Dipangkas Rp9 Miliar, Sekolah Kecil Terancam Tak Mampu Beroperasi
-
Diduga Kelelahan dan Serangan Jantung, Satu Jamaah Haji Asal Kulon Progo Wafat di Mekkah
-
Hari Ini, BRI Bayar Dividen Para Investor
-
Modus Wisata ke Luar Negeri, Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Tiga Pria Diduga Jemaah Haji Ilegal