Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Senin, 12 Januari 2026 | 06:55 WIB
Petugas DLH Kota Yogya saat melakukan pengambilan sampah organik di Warungboto beberapa waktu lalu. (Dok: Pemkot Yogyakarta).
Baca 10 detik
  • DLH Yogyakarta mulai menjemput sampah organik kering terpilah perkelurahan sebagai tindak lanjut kebijakan penghentian pembuangan ke depo sejak Januari 2026.
  • Penjemputan sampah organik kering oleh DLH dimulai 5 Januari 2026, dengan rata-rata 3-4 ton terangkut per hari di seluruh area.
  • Dampak awal penghentian sampah basah ke depo adalah kondisi depo menjadi lebih bersih dan tidak menimbulkan bau menyengat.

"Di setiap kelurahan ada dua orang Jumilah. Mereka aktif mencari informasi sekaligus menginformasikan ke masyarakat, termasuk melalui grup WhatsApp, tentang cara membuang dan memilah sampah organik," tuturnya.

Supriyanto bilang pengambilan sampah organik kering oleh DLH Kota Yogyakarta akan dilakukan secara rutin dua kali dalam sepekan.

"Pengambilan sampah organik kering ini kami lakukan setiap hari Senin dan Jumat, sementara pengambilan sampah organik basah oleh off taker dilakukan setiap hari kecuali hari Rabu," pungkasnya.

Load More