- Kerusuhan di Iran menyebabkan jatuhnya korban jiwa termasuk wasit futsal dan mahasiswi, memicu duka mendalam di masyarakat.
- Demonstrasi meluas mencakup 186 kota di 31 provinsi, dengan tuntutan utama beralih menjadi pengakhiran Republik Islam.
- Pemerintah merespons keras mengakibatkan setidaknya 496 orang tewas serta sekitar 10.600 demonstran berhasil ditangkap.
SuaraJogja.id - Gelombang protes anti-pemerintah di Iran kembali memanas, memicu kerusuhan yang memilukan dan menelan banyak korban jiwa.
Kali ini, bukan hanya aktivis, tetapi juga warga sipil biasa seperti seorang wasit futsal dan mahasiswi muda, harus kehilangan nyawa mereka.
Demonstrasi yang awalnya dipicu masalah ekonomi kini telah berkembang menjadi seruan untuk mengakhiri Republik Islam, menarik perhatian dunia dan memicu kekhawatiran serius. Mari kita bedah fakta-fakta mencekam di balik kerusuhan yang mengguncang Iran ini!
1. Korban Jiwa Terus Berjatuhan, Termasuk Warga Sipil Tak Terduga
Kerusuhan di Iran telah menelan korban jiwa yang signifikan. Seorang wasit futsal bernama Amir Mohammad Koohkan (26) tewas terkena peluru tajam pada 3 Januari di Kota Neyriz.
"Semua orang mengenalnya karena kebaikan dan sifatnya yang baik. Seluruh kota menyayanginya," ujar temannya kepada BBC Persia, menggambarkan duka mendalam keluarga yang "marah karena dia dibunuh oleh rezim."
Lima hari kemudian, Rubina Aminian (23), seorang mahasiswi, juga tewas ditembak dari belakang saat protes di Teheran. "Dia memperjuangkan berbagai hal yang dia yakini itu benar," kata pamannya dikutip dari BBC, menambahkan bahwa Aminian "haus akan kebebasan, haus akan hak-hak perempuan."
2. Skala Protes Meluas ke Seluruh Penjuru Iran
Demonstrasi yang awalnya terkait masalah ekonomi dan dimulai pada 28 Desember di Teheran, kini telah menyebar luas.
Menurut Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA), protes telah melanda 186 kota dan seluruh 31 provinsi di Iran. Ini menunjukkan skala protes yang sangat masif dan menjadi yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
3. Tuntutan Utama: Mengakhiri Republik Islam
Perkembangan paling signifikan dari protes ini adalah perubahan tuntutan. Jika awalnya fokus pada isu ekonomi, kini seruan utama demonstran adalah mengakhiri Republik Islam dan pemerintahan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Ini menandakan adanya ketidakpuasan mendalam terhadap sistem politik yang berkuasa.
4. Respons Keras Pemerintah: Ratusan Tewas, Ribuan Ditangkap
Pemerintah Iran merespons gelombang protes ini dengan sangat keras. HRANA melaporkan bahwa setidaknya 496 demonstran telah tewas dan sekitar 10.600 orang ditangkap. Angka ini menunjukkan tingkat kekerasan yang digunakan aparat keamanan dalam menekan aksi massa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pantai Selatan Rawan Laka Laut, Wiatawan Diminta Waspada Cuaca Ekstrem saat Libur Panjang Isra Miraj
-
Bisa Kurangi Sampah Plastik, Kini Malioboro Hadirkan Lima Titik Air Siap Minum Gratis, Ini Lokasinya
-
Titik Terang Relokasi SDN Nglarang yang Terdampak Tol Jogja-Solo
-
8 Fakta Mencekam Kerusuhan di Iran: Wasit Futsal dan Mahasiswi Jadi Korban, Dunia Menyorot!
-
Sah! YIA Resmi Jadi Embarkasi Haji Mulai 2026: Apa Dampaknya Bagi Jemaah dan Ekonomi Lokal?