- Pemda DIY menguji coba kebijakan *car free day* di Kompleks Kepatihan sejak 23 Januari 2026, melarang kendaraan bermotor bagi seluruh ASN.
- ASN mencari alternatif transportasi seperti lari, sepeda listrik, atau transportasi umum karena adanya larangan kendaraan bermotor.
- Uji coba ini bertujuan mengurangi polusi dan meningkatkan aktivitas fisik ASN, dengan penyesuaian sistem presensi elektronik sebagai antisipasi.
SuaraJogja.id - Pemda DIY mulai melakukan uji coba kebijakan car free day atau pedestrian di lingkungan Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Jumat (23/1/2026). Seluruh Aparat Sipil Negara (ASN) dan non ASN dilarang membawa kendaraan bermotor saat masuk kawasan kantor Gubernur DIY tersebut.
Kebijakan baru ini membuat ASN terpaksa memilih berangkat kerja dengan cara lain. Ada yang berlari sejauh 10 kilometer dari Banguntapan Bantul, sementara lainnya memanfaatkan sepeda listrik dan transportasi umum sebagai alternatif kendaraan bermotor yang dilarang.
Salah seorang ASN, Dwi Nugroho Saputro mengaku mendukung penuh kebijakan tersebut. Bahkan memilih cara ekstrem untuk berangkat kerja dengan berlari.
"Tadi saya dari rumah tidak menggunakan kendaraan seperti biasanya. Saya lari dari rumah ke kantor," katanya.
Jarak yang ditempuh Kepala Subbagian Tata Usaha Pimpinan Biro Umum dan Protokol Setda DIY ini tidak main-main. Dari rumah menuju Kompleks Kepatihan, Dwi harus menempuh jarak sekitar 10 km sehingga dia berangkat sekitar pukul 05.30 WIB dan bisa tiba di kantor sekitar pukul 07.00 WIB.
"Iya, lari. Bahkan sebelum kebijakan ini diterapkan pun saya sudah beberapa kali berangkat kerja dengan lari. Karena memang saya hobi lari," ungkapnya.
Menurut Dwi, uji coba car free day ini sama sekali tidak menjadi kendala baginya. Justru, kebijakan tersebut sejalan dengan kebiasaan dan gaya hidup sehat yang selama ini ia jalani. Untuk perjalanan pulang, ia berencana menggunakan transportasi umum.
"Pulangnya seperti biasa. Saya naik Trans Jogja karena rumah saya dekat dengan halte," jelasnya.
Selain berlari, pilihan lain yang banyak digunakan ASN adalah sepeda, termasuk sepeda listrik. Sejak pagi, terlihat ASN memarkir sepeda di area yang telah disediakan di sekitar Kompleks Kepatihan.
Baca Juga: Harapan Baru dari Perbukitan Menoreh, Petani Patihombo Mantap Kembangkan Kopi Arabika
Hal ini sejalan dengan upaya Pemda DIY untuk mendorong penggunaan sepeda sebagai moda transportasi ramah lingkungan yang realistis untuk jarak menengah. Sehingga bisa mendukung kebijakan pedestrian di kawasan Sumbu Filosofi.
Kepala Biro Umum dan Protokol Setda DIY, Teguh Suhada, menjelaskan kebijakan car free day memang mulai diujicobakan sebagai bagian dari program Kantor Bebas Emisi Kendaraan setiap dua minggu sekali di hari Jumat.
"Yang kami lakukan ini bukan untuk benar-benar bebas polusi, tetapi mengurangi polusi dan menciptakan kenyamanan kantor. Dengan parkir yang ditempatkan agak jauh, ASN mau tidak mau harus berjalan kaki, sehingga tetap ada aktivitas fisik," ungkapnya.
Ia menambahkan, selama ini minimnya aktivitas fisik di kalangan ASN juga dipengaruhi oleh kebiasaan menggunakan kendaraan pribadi hingga depan kantor. Melalui kebijakan ini, ASN didorong untuk beralih ke angkutan umum, sepeda, atau berjalan kaki.
Untuk ASN yang tetap membawa kendaraan bermotor pribadi, Pemda DIY menyediakan kantong parkir di luar kawasan inti Kepatihan, seperti di Ketandan dan Beskalan. Dari hasil pantauan sementara, kapasitas parkir di dua lokasi tersebut masih mencukupi.
"Tadi pagi saya ke Ketandan, kondisinya masih lengang dan masih muat untuk motor dan mobil ASN," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa
-
Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY
-
Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata
-
Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi
-
Demo Ricuh di Jogja Meluas hingga Sirip Kepatihan