- UGM, OIKN, dan Kagama berkolaborasi melatih 39 pegawai OIKN menjadi ahli Smart Forest City.
- Pelatihan intensif November–Desember 2025 fokus pada ilmu masa depan, bukan birokrasi konvensional.
- Peserta dibekali perspektif humanis dan analisis data preskriptif untuk mendukung pembangunan IKN berkelanjutan.
SuaraJogja.id - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kini tak lagi hanya berbicara tentang progres infrastruktur fisik. Melalui kolaborasi strategis antara Universitas Gadjah Mada (UGM), Otorita IKN (OIKN), dan Kagama, fokus pembangunan mulai bergeser pada penguatan "otak" di balik operasional kota masa depan tersebut. Sebanyak 39 pegawai OIKN baru saja dinyatakan lulus sebagai ahli Smart Forest City setelah menempuh pelatihan intensif.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Nusantara sedang dipersiapkan sebagai kota yang cerdas secara teknologi, namun tetap berpijak pada nilai-nilai kelestarian alam dan kemanusiaan.
Pelatihan yang digelar melalui platform UGM Online sejak November hingga Desember 2025 ini menuntut dedikasi tinggi. Para peserta yang berasal dari unit strategis, seperti Deputi Transformasi Hijau dan Digital, tidak diberikan materi birokrasi konvensional, melainkan disiplin ilmu masa depan.
“Data laporan pelaksanaan menunjukkan tingkat penyelesaian rata-rata melampaui 80 persen, sebuah angka yang merefleksikan dedikasi tinggi para birokrat IKN untuk menyerap ilmu baru,” ujar Daniel Oscar Baskoro, Ketua Bidang 2 PP Kagama Bidang Data dan Digital, dikutip dari laman resmi UGM pada Jumat (23/1/2025).
Daniel menekankan bahwa kurikulum dirancang khusus agar selaras dengan DNA Nusantara. Menariknya, kursus Arsitektur Hijau menjadi favorit utama, disusul oleh modul Antropologi Ekologi yang membekali peserta dengan perspektif humanis.
“Mengikuti modul ini membekali para pembuat kebijakan dengan perspektif humanis untuk memastikan pembangunan fisik IKN tetap menghormati harmoni sosial dan lingkungan setempat,” terangnya.
Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, menegaskan bahwa kehadiran UGM dalam proyek ini adalah bentuk nyata keterlibatan akademisi dalam mengawal kebijakan pemerintah.
Dukungan UGM bahkan diperkuat dengan adanya Hutan Pendidikan Wanagama Nusantara seluas 621 hektare di kawasan IKN sebagai pusat riset.
“Hal ini diperkuat dengan keberadaan Hutan Pendidikan Wanagama Nusantara seluas 621 hektare di kawasan IKN, yang berfungsi sebagai laboratorium hidup bagi riset keberlanjutan,” tuturnya.
Baca Juga: Menjaga Api Kerakyatan di Tengah Pengetatan Fiskal, Alumni UGM Konsolidasi untuk Indonesia Emas
Prof. Ova merasa bangga atas kegigihan para staf OIKN dalam menguasai bidang baru, mulai dari big data hingga pendekatan sosial. Keberhasilan ini dianggap sebagai pembuktian bahwa IKN dibangun dengan fondasi gagasan yang kokoh.
“Kita semua bangga melihat para staf OIKN begitu gigih mempelajari disiplin ilmu baru, dari big data hingga antropologi ekologi. Ini adalah modal utama untuk menjadikan Nusantara sebagai jendela Indonesia bagi dunia tropis,” ucap Ova.
Di sisi teknis, pelatihan ini juga menyasar pada perombakan cara kerja birokrasi. Direktur Direktorat Kajian Inovasi Akademik (DKIA) UGM, Dr. Hatma Suryoatmojo, menyebutkan bahwa para ahli baru ini didorong untuk meninggalkan cara-cara lama yang hanya berbasis intuisi.
“Peserta dalam kesempatan ini dilatih untuk menggunakan analisis data preskriptif dalam pengambilan keputusan, meninggalkan cara-cara lama yang berbasis intuisi semata,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Biro SDM dan Humas OIKN, Moh. Zamroni. Baginya, teknologi sehebat apa pun tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan aparatur yang memiliki pola pikir tangkas (agile).
“Program ini memastikan SDM kami memiliki pola pikir yang tangkas (agile), adaptif, dan berwawasan lingkungan. Ini adalah modal krusial bagi tata kelola IKN di masa depan,” tutup Zamroni.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Terkini
-
Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius
-
Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan
-
Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja
-
Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh