- Gempa magnitudo 6,4 mengguncang DIY pada Jumat dini hari (6/2/2026) pukul 01.06 WIB, berpusat di selatan Pacitan.
- Dampak gempa di Bantul menyebabkan 15 warga luka-luka dan merusak sejumlah bangunan rumah serta tempat ibadah.
- Sebanyak 14 perjalanan kereta api di Daop 6 Yogyakarta sempat dihentikan sementara untuk pemeriksaan keselamatan prasarana.
SuaraJogja.id - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 yang berpusat di wilayah selatan Pacitan, Jawa Timur, mengguncang sejumlah wilayah di DIY Jumat (6/2/2026) dini hari. Gempa yang terjadi pada pukul 01.06 WIB tersebut mengakibatkan 15 warga Bantul mengalami luka-luka, sejumlah bangunan rusak.
Selain itu berdampak pada sektor transportasi. Sebanyak 14 perjalanan kereta api KA di Daop 6 Yogyakarta terpaksa berhenti luar biasa (BLB) demi pemeriksaan keselamatan.
Gempa dangkal ini juga dirasakan warga cukup kuat di sejumlah wilayah DIY, khususnya Bantul. Sosial media (sosmed) dipenuhi unggahan dampak gempa yang berlokasi di koordinat 8,98 Lintang Selatan dan 111,17 Bujur Timur, atau sekitar 89 kilometer selatan Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman 10 km.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, Jumat pagi menyampaikan proses pendataan dampak gempa masih terus dilakukan dan bersifat sementara. Dalam Situation Report (Sitrep) BPBD Bantul yang diperbarui pada pukul 03.45 WIB, tercatat empat titik dampak yang masuk ke Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Bantul.
"Dampak tersebut meliputi tiga titik rumah warga yang mengalami kerusakan serta satu titik bangunan tempat ibadah," paparnya.
Lokasi terdampak gempa tersebar di empat wilayah kapanewon. yakni Kapanewon Imogiri, Kapanewon Jetis, Kapanewon Pundong, dan Kapanewon Kasihan, masing-masing satu titik.
Tak hanya kerusakan bangunan, gempa juga menyebabkan tujuh orang mengalami luka-luka. Para korban telah mendapatkan penanganan medis dan dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan. Tiga korban luka dirawat di RSU PKU Muhammadiyah Bantul, 6 orang di RSUD Panembahan Senopati, 2 orang di RSUD Saras Adyatma 2 orang, 1 orang di RSU Permata Husada, 1 orang di RSU St Elisabeth, 1 orang di RSU Prambanan dan 1 orang di Puskesmas Sanden.
BPBD Bantul bersama unsur terkait segera melakukan berbagai upaya penanganan pascagempa. Diantaranya penanganan di lapangan, pengamatan pasang surut air laut, penanganan medis terhadap korban, serta monitoring potensi gempa susulan.
Dalam penanganan tersebut, sejumlah sumber daya dilibatkan, antara lain BPBD Bantul, PMI Bantul, PSC 119 Bantul, SRI Wilayah 3, RSUD Panembahan Senopati, RSU PKU Muhammadiyah Bantul, FPRB tingkat kalurahan, serta warga setempat.
Baca Juga: Soroti Aktivitas Pedagang Sate di Malioboro, DPRD Kota Jogja Sebut Penindakan Masih Tak Optimal
Hingga Jumat pagi, situasi di wilayah terdampak gempa di Bantul dilaporkan mulai terkendali. Meski demikian, aparat kebencanaan dan instansi terkait masih terus melakukan pemantauan dan bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan serta perkembangan dampak lanjutan.
"Pendataan masih berlangsung dan data bersifat sementara, sehingga memungkinkan adanya perubahan sesuai hasil pembaruan di lapangan," ungkapnya.
Secara terpisah Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengungkapkan sebanyak 14 KA terpaksa BLB. Namun seluruh perjalanan kereta api dalam kondisi selamat dan aman pascagempa.
"Demi keselamatan, seluruh perjalanan kereta api di wilayah Daop 6 dihentikan sementara melalui prosedur berhenti luar biasa untuk pemeriksaan prasarana dan sarana pascagempa," paparnya.
Tim lapangan KAI Daop 6 juga langsung melakukan pemeriksaan prasarana dan sarana secara menyeluruh meliputi jembatan, jalur rel, prasarana pendukung lainnya, serta kondisi rangkaian kereta api. Setelah hasil pemeriksaan menyatakan seluruh lintas dan jalur kereta api dalam kondisi aman, pada pukul 02.04 WIB, seluruh perjalanan kereta api kembali melanjutkan perjalanan.
Sebanyak 14 perjalanan kereta api berhenti luar biasa yakni KA 87B Sancaka (39 menit), KA 2771 Bungtalun Service (42 menit), KA 255B Jaka Tingkir (29 menit), KA 301 Parcel Tengah (35 menit), KA 305 Parcel Selatan (41 menit) dan KA 2601 Mawalo Tanker (46 menit).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
BRI Dorong Lingkungan Bersih lewat Program CSR Bersih-Bersih Pantai di Bali
-
Babak Baru Rampasan Geger Sepehi 1812: Trah Sultan HB II Tegas Ambil Langkah Hukum Internasional
-
Misteri Terkuak! Kerangka Manusia di Rumah Kosong Gamping Sleman Ternyata Mantan Suami Pemilik Rumah
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang DIY: 40 Warga Dirawat Medis, Kerusakan Terkonsentrasi di Bantul