- Sekitar 3.000 warga Kota Yogyakarta telah mereaktivasi PBI JK usai 21.874 kepesertaan dihapus pemerintah pusat.
- Pemkot Yogyakarta membuka skema darurat PBI APBD, yang dapat diaktifkan tanpa masa tunggu setelah berkas lengkap.
- Pemkot menyiapkan anggaran Rp32 miliar dari APBD untuk membiayai PBI APBD sebagai solusi sementara warga terdampak.
Skema pembiayaan ini dirancang untuk berjalan selama 12 bulan. Namun ada evaluasi pada bulan ke-9 sesuai perjanjian dengan BPJS Kesehatan.
"Tahun ini anggarannya sekitar Rp32 miliar. Kalau nanti kurang, akan kami update,” kata Waryono.
Secara terpisah Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Yogyakarta, Supriyanto, mengungkapkan penonaktifan BPJS secara nasional mencapai sekitar 159 ribu peserta, dengan Kota Yogyakarta.
Menurutnya, PBI APBD menjadi solusi sementara sambil menunggu proses sinkronisasi data dengan Data Terpadu Sosial Nasional (DTSN).
"Kalau kepesertaan BPJS dibutuhkan segera, sementara akan diaktifkan dulu melalui PBI APBD," ungkapnya.
Setiap bulan, Dinas Sosial menerima data dari Dinas Kesehatan untuk disandingkan dengan DTSN, khususnya warga yang masuk desil 1 sampai desil 5. Data tersebut kemudian akan diusulkan ke Kementerian Sosial agar dapat dialihkan ke PBI APBN.
"Prosesnya berjalan terus. Ada yang dinonaktifkan, tapi ada juga yang kami usulkan kembali," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga: Atap Pasar Godean Rusak Diterpa Cuaca Ekstrem, Disperindag Sleman Pastikan Perbaikan Dimulai Besok
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Permohonan Data Publik Menguat, KDI Tangani 41 Sengketa Informasi Pertanahan di DIY
-
Seminar Moderasi Beragama UNY, Generasi Z Sleman Belajar Toleransi di Era Digital
-
Bukan Tanpa Alasan, Ini Penyebab Utama Proyek Pengolahan Sampah di DIY Tertunda
-
Tragedi Daycare Little Aresha: Pemkot Yogya Kerahkan 94 Psikolog
-
Enam Warga DIY Pernah Positif Hantavirus pada 2025, Masyarakat Diminta Tak Panik