- Ratusan warga mengantri di MPP Yogyakarta pada Kamis (12/1/2026) untuk reaktivasi kepesertaan PBI JK yang mendadak tidak aktif.
- Beberapa peserta seperti Rustini dan Jumiran terkejut karena tidak menerima pemberitahuan sebelum layanan kesehatan gratis mereka ditolak.
- Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menyediakan delapan konter dengan kuota harian 300 pemohon untuk memproses 21.874 peserta dinonaktifkan.
Ia juga menyebut dalam satu keluarga tidak hanya satu orang yang didaftarkan sebagai peserta PBI JK. Dirinya dan anaknya ikut terdaftar. Namun kini ia belum tahu apakah seluruh anggota keluarga dinonaktifkan hanya suami.
"Belum lihat yang anak. Mungkin sama," ungkapnya.
Ibu rumah tangga itu menyebut, bagi keluarga yang memiliki anggota dengan penyakit kronis, jeda satu bulan saja bisa menjadi persoalan bila tidak berobat. Apalagi obat harus diminum setiap hari, tanpa putus. Karena itu dia berharap masalah reaktivasi bisa segera selesai.
"Apa-apa sekarang mahal, kalau masih harus beli obat dan periksa dokter tanpa bantuan pemerintah, kami bisa apa," paparnya.
Kondisi serupa dialami warga asal Kotagede, Jumiran yang mengaku kaget kepesertaan PBI JK miliknya dan sang istri tiba-tiba tidak aktif. Padahal dirinya bukan pegawai atau karyawan.
"Saya jualan bakso di kotagede sudah 25 tahun," paparnya.
Laki-laki 61 tahun itu mengaku menjadi peserta BPJS PBI sekitar 10 tahun terakhir. Dia baru tahu statusnya tidak aktif saat mengantar istrinya berobat.
"Tiba-tiba saja enggak aktif. Enggak ada pemberitahuan,” katanya.
Ia tinggal bersama keluarga dan menggantungkan penghasilan dari usaha kecilnya berjualan bakso dengan penghasilan tidak menentu. Menurutnya, jaminan kesehatan sangat penting sebagai bentuk antisipasi saat sakit.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Dicoret? Dinsos DIY Buka Layanan Pengaduan, Jangan Tunda
"Kalau ada apa-apa kan enggak tahu. Kesehatan itu enggak bisa diprediksi. Kalau enggak ada uang, repot," ujarnya.
Ia berharap proses pengurusan bisa cepat selesai. Dia harus menutup lapaknya demi bisa mengurus pengaktifan kembali PBI JK miliknya. Dia hanya khawatir, di usianya yang tak lagi muda membuatnya khawatir jika sewaktu-waktu sakit dan harus membayar biaya berobat sendiri.
Sebba bagi mereka, kartu jaminan kesehatan bukan sekadar administrasi. Namun lebih dari itu sebagai pegangan hidup, terutama ketika usia dan penyakit berjalan beriringan.
"Semoga sehat terus. Enggak sakit," harapnya.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta, Waryono mengungkapkan, Dinkes memberikan kuota sekitar 300 pemohon tiap harinya untuk melakukan reaktivasi kepesertan PBI JK. Sebab ada 21.874 peserta PBI JK yang dinonaktifkan di Kota Yogyakarta saat ini.
"Kami sediakan delapan counter agar tidak ada antrian panjang dan mempercepat proses," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Jargas Digenjot Demi Ketahanan Energi, Antara Manfaat Belum Merata dan Kesiapan yang jadi Tantangan
-
BRImo Catat 49,7 Juta Pengguna, Transaksi Melejit Rp4.166 Triliun
-
Bukan Lomba, Ribuan Warga Jogja Bersih-bersih Kali Code Sembari Mural untuk Rayakan HUT RI ke-81
-
Pusat AI Resmi Beroperasi di UGM, Pemerintah Soroti Pentingnya Inovasi Berbasis Masalah Riil
-
Sembilan SPPG di DIY Terancam Ditutup Permanen, Satu SPPG Langganan Keracunan Ditutup