- SIMETRIS di Yogyakarta hadir sebagai sistem AI dan IoT untuk mengawasi ketat distribusi pangan Program MBG secara digital.
- Setiap bahan pangan dilengkapi QR Code, memungkinkan ketertelusuran data mulai dari petani hingga dapur penerima manfaat.
- Sistem ini turut menerapkan EWS dan HACCP, serta mengintegrasikan petani lokal untuk memperkuat ekosistem ekonomi desa.
SuaraJogja.id - Ancaman kasus keracunan makanan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah Indonesia memicu munculnya inovasi teknologi.
Di Yogyakarta ada Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi Ketahanan Pangan Strategis (SIMETRIS) berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT).
Sistem itu digunakan untuk mengawasi ketat alur distribusi pangan. Mulai dari lahan petani hingga ke piring siswa di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Fajar Saptono, selaku IT Development SIMETRIS, mengungkapkan bahwa sistem ini berfungsi sebagai pusat kendali yang mendigitalisasi seluruh data stok pangan secara real-time. Langkah ini diambil untuk menggantikan sistem pencatatan manual yang selama ini dinilai tidak terintegrasi dan rentan terhadap kesalahan data.
"Ibu-ibu tani di Yogyakarta kini tidak hanya mencangkul, tetapi juga menginput data produksi seperti cabai, sayuran, dan telur langsung ke sistem," kata Fajar, Rabu (4/3/2026).
Dalam implementasinya, setiap bahan pangan yang dipanen oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) di Lumbung Mataraman wajib dilengkapi dengan label QR Code.
Teknologi traceability (ketertelusuran) ini memungkinkan petugas dapur MBG memverifikasi kualitas dan kesegaran bahan baku. Sebelum nantinya diolah menjadi makanan siap saji untuk para penerima manfaat.
"Saat di-scan, petugas dapat mengetahui asal KWT, lokasi lahan, tanggal panen, hingga masa kedaluwarsa bahan tersebut," terangnya.
Selain fungsi pemantauan, SIMETRIS dibekali dengan Early Warning System (EWS). Tujuannya untuk mendeteksi batch produksi yang bermasalah secara instan.
Baca Juga: Bikin Tarawih Makin Khusyuk: 5 Masjid Favorit di Jogja yang Wajib Kamu Coba
Keamanan pangan diperketat dengan penggunaan CCTV berbasis AI di area dapur guna memastikan standar higienitas dan suhu masak yang aman bagi kesehatan.
Selain itu, kata Fajar, setiap unit pelayanan wajib menerapkan standar Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP).
"Hal ini memastikan suhu masak daging mencapai batas kritis di atas 75 derajat celcius untuk membunuh bakteri berbahaya seperti Salmonella atau E. coli," paparnya.
Dari sisi produksi, Komunitas Petani Punk Gunungkidul menyambut positif integrasi teknologi ini dengan Dapur MBG.
SiBagz, selaku perwakilan Petani Punk Gunungkidul menilai melalui sistem ini, petani muda mendapatkan akses langsung ke pasar tanpa harus bergantung pada rantai tengkulak yang panjang. Sehingga kesegaran hasil bumi tetap terjaga saat sampai di dapur pengolahan.
"Kami berharap petani lokal temasuk potensi petani milenial atau Gen Z, bisa langsung menyuplai kebutuhan bahan pangan tanpa melalui rantai distribusi yang panjang," ucap SiBagz.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Menjaga Berkah di Dapur Subuh: Perjalanan Inspiratif Penjual Dimsum yang Berhasil Mandiri Finansial
-
Dugaan Ormas Dibenturkan dengan Demonstrans saat Kerusuhan Malioboro, Sultan Klaim Tak Tahu
-
Dua Peserta Demo di Malioboro Sempat Hilang, LBH Laporkan Sudah Pulang
-
Jadi Bank Beraset di Atas Rp500 Triliun, BRI Raih Empat Penghargaan Bergengsi Pada 2026
-
Puncak AXIS Nation Cup 2026 Segera Tiba, Tim Futsal SMA Terbaik Siap Adu Kekuatan