Ilustrasi MBG. [Ist]
Baca 10 detik
- SIMETRIS di Yogyakarta hadir sebagai sistem AI dan IoT untuk mengawasi ketat distribusi pangan Program MBG secara digital.
- Setiap bahan pangan dilengkapi QR Code, memungkinkan ketertelusuran data mulai dari petani hingga dapur penerima manfaat.
- Sistem ini turut menerapkan EWS dan HACCP, serta mengintegrasikan petani lokal untuk memperkuat ekosistem ekonomi desa.
Sementara, RM Wahyono Bimarso dari Yayasan Biijana Paksi Sitengsu mengatakan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mematangkan integrasi pasokan pangan lokal ini.
Program ini dirancang untuk menciptakan ekosistem ekonomi desa yang transparan melalui skema pembeli resmi (offtaker).
"Melalui integrasi ini, program Makan Bergizi Gratis di DIY bukan hanya soal memberi makan, tetapi membangun ekosistem ekonomi desa yang tangguh, sehat, dan transparan dari hulu ke hilir," tandas Wahyono.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
5 Pilihan Resort yang Indah dan Aesthetic di Gunung Kidul
-
Vonis Mati 6 Bulan Tak Runtuhkan Pram: Dipecat 4 Kali, Kini Lawan Stigma HIV
-
Langkah Nyata Dukung Akses Keuangan, BRI Perkenalkan Fitur Tarik Tunai Saldo GoPay di ATM & CRM
-
Lagi! Pencurian Gamelan Terjadi di UGM, Diduga Pelaku yang Sama Beraksi di Kampus Lain
-
Campak di DIY Masih Mengancam, 112 Kasus Ditemukan, Dinkes Percepat Vaksinasi untuk Cegah Penularan