- Empat tiang PJU Jembatan Kabanaran (Kulon Progo-Bantul) roboh pada Minggu (8/3/2026), menyebabkan patahan di sambungan logam atas.
- Kerusakan yang terjadi sejak awal Maret 2026 ini diduga akibat kuatnya terpaan angin, dengan beberapa tiang lain menunjukkan tanda korosi.
- Perbaikan akan ditanggung pemilik proyek karena jembatan masih dalam masa perawatan, sementara DLH Kulon Progo melakukan penanganan sementara.
SuaraJogja.id - Jembatan Kabanaran yang menghubungkan Kabupaten Kulon Progo dan Bantul kembali menjadi sorotan publik. Infrastruktur yang belum lama diresmikan tersebut mengalami kerusakan setelah sejumlah tiang penerangan jalan umum (PJU) dilaporkan ambruk. Peristiwa ini memicu perhatian masyarakat karena kerusakan terjadi dalam waktu yang relatif singkat sejak jembatan mulai digunakan.
Pantauan di lokasi menunjukkan beberapa bagian tiang patah dan jatuh hingga ke area pedestrian. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan pejalan kaki, tetapi juga menimbulkan pertanyaan mengenai kondisi konstruksi serta perawatan fasilitas di jembatan tersebut.
Berikut tujuh fakta terkait robohnya tiang PJU di Jembatan Kabanaran.
1. Empat Tiang PJU Ambruk di Area Jembatan
Hasil pantauan di Jembatan Kabanaran pada Minggu (8/3/2026) menunjukkan terdapat empat tiang penerangan jalan umum yang roboh. Patahan terlihat jelas pada bagian sambungan logam di bagian atas tiang.
Bagian dasar tiang masih berdiri tegak, namun bagian atas yang berbentuk ornamen gunungan telah patah dan jatuh ke arah pedestrian. Beberapa bagian bahkan terlihat berada di jalur pejalan kaki sehingga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat yang melintas di jembatan tersebut.
Kondisi ini membuat area sekitar jembatan terlihat kurang rapi dan menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna jalan.
2. Kejadian Sudah Terjadi Sejak Awal Maret
Berdasarkan informasi yang dihimpun, robohnya tiang PJU tersebut sebenarnya telah terjadi sejak Rabu (4/3/2026). Namun kondisi kerusakan baru terlihat jelas beberapa hari kemudian saat dilakukan pemantauan di lokasi.
Baca Juga: Ratusan Warga DIY Suspek Campak, 57 Kasus Dinyatakan Positif
Peristiwa ini kemudian menjadi perhatian publik karena Jembatan Kabanaran sendiri baru sekitar tiga bulan diresmikan. Kerusakan dalam waktu yang relatif singkat membuat masyarakat mempertanyakan kondisi material serta ketahanan fasilitas yang dipasang di jembatan tersebut.
3. Kerusakan Terjadi di Dua Wilayah
Dari empat tiang yang dilaporkan ambruk, tiga berada di sisi wilayah Kabupaten Kulon Progo. Sementara satu tiang lainnya berada di wilayah Kabupaten Bantul.
Karena jembatan ini menghubungkan dua wilayah administratif, penanganan kerusakan juga melibatkan koordinasi antara beberapa instansi terkait. Hal ini termasuk pemerintah daerah serta pihak yang bertanggung jawab terhadap proyek pembangunan jembatan.
4. Diduga Akibat Terpaan Angin
Kepala UPTD Persampahan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulon Progo, Budi Purwanta, menjelaskan bahwa patahnya tiang PJU diduga disebabkan oleh terpaan angin.
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
Terkini
-
7 Fakta Tiang PJU Ambruk di Jembatan Kabanaran, Baru Tiga Bulan Diresmikan
-
Polsek Gamping Bongkar Praktik Produksi Bubuk Petasan, 5 Kg Bahan Siap Edar Disita
-
Penampakan Toilet SMP Negeri 1 Jetis Usai Revitalisasi, dari Rusak Menjadi Layak
-
Mimpi Ekspor IKM Jogja Terhambat Konflik Global: Antara Harapan dan Gigit Jari
-
Nekat Terjang Jalur Jip saat Sepi, Mobil Pajero Terjebak Lumpur Kali Kuning di Lereng Merapi