- Empat tiang PJU Jembatan Kabanaran (Kulon Progo-Bantul) roboh pada Minggu (8/3/2026), menyebabkan patahan di sambungan logam atas.
- Kerusakan yang terjadi sejak awal Maret 2026 ini diduga akibat kuatnya terpaan angin, dengan beberapa tiang lain menunjukkan tanda korosi.
- Perbaikan akan ditanggung pemilik proyek karena jembatan masih dalam masa perawatan, sementara DLH Kulon Progo melakukan penanganan sementara.
Menurutnya, kondisi angin yang cukup kuat dapat memicu kerusakan terutama pada bagian sambungan logam yang berada di bagian atas tiang. Ketika bagian tersebut melemah, struktur tiang menjadi lebih rentan patah.
“Masih masa perawatan jadi kerusakan ditanggung pemilik proyek,” ujar Budi.
5. Beberapa Tiang Mulai Mengalami Korosi
Selain tiang yang sudah ambruk, ditemukan pula beberapa tiang PJU lain yang mulai menunjukkan tanda-tanda korosi. Hal ini terlihat dari munculnya noda coklat pada permukaan tiang yang sebelumnya dilapisi cat hitam.
Korosi pada logam dapat melemahkan struktur tiang jika dibiarkan dalam jangka waktu lama. Kondisi ini menjadi perhatian karena berpotensi memicu kerusakan serupa pada tiang lainnya apabila tidak segera dilakukan perbaikan atau penggantian.
6. Masih Dalam Masa Perawatan Proyek
Budi menjelaskan bahwa Jembatan Kabanaran saat ini masih berada dalam masa perawatan proyek. Artinya, tanggung jawab perbaikan kerusakan masih berada pada pihak kontraktor atau pemilik proyek.
DLH Kulon Progo sendiri telah melaporkan kejadian tersebut kepada Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah DIY yang menangani proyek pembangunan jembatan.
Menurut Budi, pihak Satker PJN cukup komunikatif dalam menanggapi laporan tersebut dan sedang menyiapkan proses penanganan kerusakan.
Baca Juga: Ratusan Warga DIY Suspek Campak, 57 Kasus Dinyatakan Positif
7. Penanganan Sementara Dilakukan DLH
Selama proses perbaikan belum dilakukan, DLH Kulon Progo hanya dapat melakukan langkah penanganan sementara. Petugas menyingkirkan bagian tiang yang roboh agar tidak membahayakan pengguna jalan maupun pejalan kaki.
Bagian tiang yang patah kemudian dipindahkan dan disimpan di tempat yang aman sambil menunggu proses penggantian dari pihak kontraktor.
Selain itu, pemerintah daerah juga memastikan agar proses penggantian tiang PJU dapat segera dilakukan sehingga fasilitas penerangan di jembatan kembali berfungsi normal.
Di sisi lain, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran perawatan Jembatan Kabanaran sebesar Rp81 juta dalam APBD 2026. Namun anggaran tersebut hanya digunakan untuk kegiatan perawatan rutin seperti pembersihan area jembatan, pengumpulan sampah, serta perawatan taman di sekitar jembatan.
Perawatan tanaman pun masih terbatas pada penyiangan rumput di area taman. Sementara untuk penggantian atau penambahan tanaman baru belum dapat dilakukan secara optimal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Ekuitas BRI Mencapai Rp330,9 Triliun di Tengah Pembagian Dividen
-
Peringatan 20 Tahun Gempa Jogja: Menyiapkan Generasi Muda Menghadapi Ancaman Bencana Alam
-
Diseret ke Isu Lain, Kuasa Hukum Sri Purnomo: Tanpa Bukti di Sidang, Itu Bukan Fakta Hukum
-
Polresta Sleman Selidiki Teror Order Fiktif Ambulans dan Damkar, Nomor Pelaku Terdeteksi di Sumut
-
Ada Bahasa Isyarat di Balik Harumnya Tembakau, Kisah Perjuangan Difabel Menembus Dinding Stigma