- DPRD Yogyakarta menekankan Pemkot harus siap hadapi lonjakan pemudik dan wisatawan saat Lebaran tahun ini.
- Persiapan teknis meliputi pengamanan pintu masuk utama seperti stasiun, bandara, dan terminal transportasi kota.
- Pemkot wajib mengendalikan stabilitas stok pangan, energi, serta mencegah pungli dan penimbunan jelang momen tersebut.
SuaraJogja.id - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Yogyakarta menekankan pentingnya kesiapan matang dari Pemerintah Kota (Pemkot) dalam menyambut momen Lebaran tahun ini.
Hal ini menyusul status Kota Yogyakarta yang tidak hanya menjadi tujuan mudik utama. Namun sebagai destinasi wisata unggulan nasional yang diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung signifikan.
"Selain orang mudik, juga ada orang wisata. Jadi tidak semua yang ke Jogja itu mudik, ada yang ke Jogja itu berwisata," kata Wakil Ketua DPRD Kota Yogyakarta, Triyono Hari Kuncoro, Kamis (12/3/2026).
Kuncoro mengungkapkan bahwa koordinasi lintas sektoral di tingkat pusat telah dilakukan dengan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga.
Menurutnya, skala lokal harus segera menarik kesiapan tersebut ke ranah teknis. Dimulai dari persiapan pintu-pintu masuk utama menuju Kota Gudeg.
"Pintu masuk harus kita siapkan ya, stasiun, bandara, kemudian terminal, itu yang pertama harus disiapkan," ucapnya.
Selain infrastruktur transportasi, Kuncoro menyoroti stabilitas stok dan harga bahan pangan di pasar-pasar tradisional maupun modern. Ia mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai isu ketersediaan energi dan potensi kenaikan harga.
Selain itu pengawasan perlu diperketat mengantisipasi adanya oknum yang mencoba mencari keuntungan pribadi melalui praktik penimbunan barang di tengah tingginya permintaan masyarakat.
"Termasuk antisipasi terhadap beberapa oknum yang bisa jadi memanfaatkan situasi ya dengan menimbun," tegasnya.
Baca Juga: Unisa Yogyakarta Bangun Laboratorium Stem Cell untuk Pengobatan Masa Depan
Kebutuhan untuk parsel pun tidak luput dari perhatian. Menurutnya ketersediaan di lapangan penting untuk dijaga agar tidak kemudian menjadi gejolak jelang Lebaran.
"Kan hampir semua perusahaan belanja parsel, individu juga belanja parsel ya, itu harus kita lihat kesiapannya. Jangan sampai tidak ada stoknya kemudian terjadi gejolak di masyarakat ya," ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua I DPRD Kota Yogyakarta, Sinarbiyat Nujanat, meminta Pemkot Yogyakarta memastikan pelayanan di fasilitas publik seperti Stasiun Tugu, Lempuyangan, dan Terminal Giwangan berjalan optimal.
Ia menekankan bahwa kenyamanan wisatawan dan pemudik adalah prioritas utama untuk menjaga citra positif kota.
"Public service ini harus dipastikan betul," tegas Sinarbiyat.
Sinarbiyat turut memberikan catatan kritis terkait perilaku oknum masyarakat yang kerap memanfaatkan momen libur panjang untuk melakukan pungutan liar atau menaikkan harga secara tidak wajar alias nuthuk.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Terungkap! 5 Fakta Mengerikan Kasus Kekerasan Berantai di Daycare Little Aresha Jogja
-
Neraka Berkedok Daycare di Jogja: Bayi Diikat, Lapar, dan Pulang Bawa Luka
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Pemkot Yogyakarta Bakal Sweeping Daycare Tak Berizin
-
Izin Bodong! Daycare Little Aresha Jogja Ternyata Tak Berizin, 53 Anak Jadi Korban Kekerasan
-
Satu Kamar Diisi 20 Anak! Polresta Jogja Bongkar Praktik Tak Manusiawi di Daycare Umbulharjo