- Pengusulan Sri Sultan HB II sebagai Pahlawan Nasional diperkuat dengan peluncuran buku dan biografi digital pada Maret 2026.
- Literatur baru ini fokus pada kebijakan politik dan perlawanan fisik ideologis Sultan HB II melawan kolonialisme asing.
- Rangkaian acara mencakup Seminar Nasional pada 30 Maret 2026 untuk memvalidasi rekam jejak kepahlawanan beliau.
Menurutnya, kegigihan Sultan Sepuh dalam mempertahankan marwah tradisi dari intervensi asing adalah bukti nyata patriotisme yang harus diakui secara formal oleh negara.
"Yayasan berharap pemerintah segera memberikan pengakuan formal atas jasa-jasa besar beliau," ucap Fajar.
Pihaknya mengungkap bahwa sejarah mencatat keunikan posisi politik Sultan HB II yang menjadikannya figur sentral dalam sejarah integrasi Jawa.
Mulai dari tiga kali naik takhta, membuktikan legitimasi kepemimpinan yang tak tergoyahkan secara politik. Dua kali diturunkan paksa oleh kolonial akibat sikap keras dan penolakannya berkompromi dengan penjajah.
Termasuk dengan wafat di atas takhta pasca-masa pembuangan, menandai pemulihan kedaulatan penuh secara formal.
"Sultan HB II adalah simbol perlawanan yang tak kunjung padam meskipun harus menghadapi pembuangan demi mempertahankan prinsip bangsa," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Materi Pencegahan LGBTQ Masuk Sekolah, Pengamat Ingatkan Guru Jangan Menghakimi Siswa
-
Haraku Ramen Buka Gerai Pertama di Jogja, Cita Rasanya Dipuji Bupati Sleman: Cocok di Lidah!
-
Seni Jathilan 'Gemparkan' Pasar Ngijon, Ketika Budaya Gerakkan Roda Ekonomi
-
Harda Tak Soal Isu Kenaikan Gaji Kepala Daerah, Jamin Tak Ada PHK PPPK
-
Pedagang Bendera Musiman di Jogja Gigit Jari, Instansi Pilih Stok Lama