- Pengusulan Sri Sultan HB II sebagai Pahlawan Nasional diperkuat dengan peluncuran buku dan biografi digital pada Maret 2026.
- Literatur baru ini fokus pada kebijakan politik dan perlawanan fisik ideologis Sultan HB II melawan kolonialisme asing.
- Rangkaian acara mencakup Seminar Nasional pada 30 Maret 2026 untuk memvalidasi rekam jejak kepahlawanan beliau.
SuaraJogja.id - Upaya pengusulan Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) II sebagai Pahlawan Nasional memasuki babak baru. Terbaru ada peluncuran literatur sejarah sekaligus sebagai momentum peringatan 276 tahun raja yang dijuluki Sultan Sepuh itu.
Langkah penguatan dokumen sejarah ini ditandai dengan peluncuran buku 'Sultan Hamengku Buwono II: Pembela Tradisi dan Kekuasaan Jawa' karya akademisi Dr. Djoko Marihandono dan Dr. Harto Juwono.
Karya ilmiah yang didanai Universitas Indonesia (UI) sejak 2008 ini sebelumnya telah meraih penghargaan buku nasional dari Dirjen Dikti.
"Sultan HB II adalah representasi perlawanan fisik dan ideologis terhadap kolonialisme. Beliau tidak hanya menjaga takhta, tapi menjaga martabat bangsa dari dominasi asing," kata Harto, dalam keterangan yang diterima Suara.com, Selasa (17/3/2026).
Penulisan buku ini berakar pada riset tesis Dr. Harto mengenai konspirasi politik periode 1788-1820.
Fokus utama karya ini membedah kebijakan politik dan konsistensi perlawanan fisik maupun ideologis Sultan HB II melawan dominasi asing, mulai dari era Daendels hingga Raffles.
"Ringkasan buku ini adalah riwayat hidup Sultan HB II dengan prioritas pada kebijakan politiknya dan perlawanannya terhadap imperialisme," ungkapnya.
Selain buku fisik, biografi digital berjudul 'SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO II: Pembela Tanah Jawa di Zaman yang Bergolak' turut dirilis sebagai referensi publik untuk memahami dinamika politik Jawa di masa kolonial.
Rangkaian riset objektif dan peringatan pada tahun 2026 ini diharapkan menjadi basis kuat bagi Dewan Gelar Nasional.
Baca Juga: Trah Sultan HB II Ultimatum Inggris! Ribuan Manuskrip Geger Sepehi 1812 Harus Dikembalikan
Selain sebagai syarat administratif, literatur yang diluncurkan ini diproyeksikan menjadi materi pengajaran sejarah di sekolah-sekolah wilayah DIY guna memperluas literasi kepahlawanan lokal di tingkat nasional.
Dukungan Politis dan Seminar Nasional
Tak hanya peluncuran literatur saja, ada pula rencana seminar nasional guna memvalidasi rekam jejak perlawanannya terhadap imperialisme Barat.
Sebagai bagian dari prosedur pengusulan gelar, sebuah Seminar Nasional Jejak Kepahlawanan Sultan HB II dijadwalkan digelar pada 30 Maret 2026.
Agenda strategis ini direncanakan menghadirkan tokoh nasional seperti Prabowo Subianto dan Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk memberikan bobot akademis sekaligus politis pada proses verifikasi di tingkat pusat.
Ketua Yayasan Vasatii Socaning Lokika, Fajar Bagoes Poetranto, menyatakan bahwa rekam jejak Sultan HB II melampaui sejarah lokal Yogyakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Penjualan Hewan Kurban di Sleman Lesu, Pedagang Keluhkan Penurunan Omzet
-
Petani Jogja Makin Terjepit! Biaya Angkut dan Karung Mahal Gegara BBM Naik, Kesejahteraan Merosot
-
Diduga Keracunan Makanan Pamitan Haji, 43 Warga Sleman Alami Diare dan Demam
-
Menyambut Derby DIY di Super League Musim Depan, Bupati Sleman: Hilangkan Rivalitas Tidak Sehat
-
Viral Pelari di Jogja Dipukul OTK Saat Ambil Minum, Begini Kronologinya