Mantan Bupati Sleman, Sri Purnomo, menyampaikan nota pembelaan atau pledoi pribadi dalam sidang lanjutan perkara hibah pariwisata di Pengadilan Tipikor dengan menekankan sejumlah poin penting yang menurutnya tidak terakomodasi dalam tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Jumat (27/3/2026). [Suara.com/dok]
Baca 10 detik
- Mantan Bupati Sleman, Sri Purnomo, menyampaikan nota pembelaan atas perkara hibah pariwisata di Pengadilan Tipikor Jakarta.
- Kebijakan hibah tersebut dianggapnya respons krisis pandemi COVID-19 dan bukan untuk keuntungan pribadi atau politik.
- Sri Purnomo menyatakan tidak pernah mengintervensi penyusunan kebijakan serta menyoroti ketidaksesuaian fakta persidangan dengan dakwaan.
“Saya tidak pernah memiliki niat untuk memanfaatkan jabatan demi kepentingan pribadi,” tegasnya.
Menutup pledoinya, Sri Purnomo mengutip prinsip yang dikenal luas dalam hukum sebagai refleksi atas perkara yang dihadapinya.
“Lebih baik membebaskan 1000 orang bersalah daripada menghukum 1 orang yang tidak bersalah,” ujarnya.
Ia berharap majelis hakim dapat mempertimbangkan seluruh fakta yang telah terungkap di persidangan secara objektif dan menjatuhkan putusan yang seadil-adilnya.
Sidang perkara ini akan berlanjut dengan agenda berikutnya sebelum majelis hakim mengambil keputusan akhir.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Permohonan Data Publik Menguat, KDI Tangani 41 Sengketa Informasi Pertanahan di DIY
-
Seminar Moderasi Beragama UNY, Generasi Z Sleman Belajar Toleransi di Era Digital
-
Bukan Tanpa Alasan, Ini Penyebab Utama Proyek Pengolahan Sampah di DIY Tertunda
-
Tragedi Daycare Little Aresha: Pemkot Yogya Kerahkan 94 Psikolog
-
Enam Warga DIY Pernah Positif Hantavirus pada 2025, Masyarakat Diminta Tak Panik