- Hujan deras dan angin puting beliung melanda Kabupaten Sleman pada Rabu (29/4/2026) sore hingga malam hari.
- Peristiwa tersebut merusak belasan rumah, fasilitas pendidikan, dan infrastruktur publik di wilayah Ngaglik, Gamping, serta Mlati.
- Tim gabungan telah melakukan pembersihan material serta menyalurkan bantuan logistik darurat tanpa adanya laporan korban jiwa.
SuaraJogja.id - Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Sleman pada Rabu (29/4/2026) sore hingga malam. Peristiwa itu mengakibatkan kerusakan bangunan di sejumlah titik.
Berdasarkan data dari Pusdalops PB BPBD Kabupaten Sleman, hal itu dipicu oleh cuaca ekstrem yang meluas di hampir seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, R. Haris Martapa, menyebutkan bahwa dampak paling signifikan terasa di Kapanewon Ngaglik, khususnya di wilayah Sariharjo dan Sinduharjo. Belasan rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap akibat terjangan angin puting beliung.
"Hujan deras disertai angin puting beliung mengakibatkan atap rumah warga berterbangan," kata Haris, Kamis (30/4/2026).
Di Kapanewon Ngaglik, tercatat sedikitnya ada 20 titik terdampak. Di Dusun Jongkang, Sariharjo, angin menerjang rumah-rumah warga, mulai dari rumah tinggal, bangunan joglo, garasi, hingga rumah kos.
Selain hunian, fasilitas pendidikan seperti Gedung Dana Warih TK Pamiwahan Putra turut mengalami kerusakan serupa pada bagian atap.
Haris menambahkan bahwa terjangan angin tidak hanya merusak permukiman, tetapi juga mengganggu infrastruktur publik di wilayah Sinduharjo.
Selain Ngaglik, kata Haris, Kapanewon Gamping dan Mlati turut melaporkan dampak kerusakan. Di Gamping, sebuah pohon tumbang dilaporkan menimpa rumah milik warga dan pagar makam di wilayah Nogotirto.
Sementara itu, di Kapanewon Mlati, sebuah pohon besar tumbang dan menimpa area parkir sebuah pusat kebugaran di kawasan Sinduadi.
Baca Juga: Duh! Calon Jemaah Haji Sleman Batal Berangkat, Faktor Kesehatan hingga Kehamilan Jadi Penyebab
"Angin kencang puting beliung mengakibatkan pohon tumbang menimpa parkiran Fitness Plus Jogja di wilayah Mlati," ucapnya.
Hingga Rabu malam, tim gabungan yang terdiri dari TRC BPBD Sleman, relawan Rajawali, Redkar, dan warga setempat masih terus melakukan upaya penanganan di lapangan. Petugas difokuskan pada pembersihan material pohon yang tumbang serta melakukan pendataan lebih lanjut terkait total kerugian materil.
Pihak BPBD juga telah mulai mendistribusikan bantuan logistik bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat agar dapat segera tertangani secara darurat. Tidak dilaporan ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
"Upaya yang dilakukan adalah asesmen data dampak kejadian, pemotongan pohon, dan droping logistik peralatan," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
Terkini
-
Suara.com hingga NU Online Sabet Penghargaan Bergengsi, Ini Daftar Juara AMSI Awards 2026
-
Viral Titik Nol Km Jogja Dipasang Kawat Duri, Pemda DIY Merasa Tak Dikabari Polisi
-
IAGI Soroti Tantangan Eksploitasi Kekayaan Geologi: Jangan Korbankan Lingkungan!
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Copot Kapolres Sukoharjo Tak Cukup, Penggeledahan Ponpes Disebut JPW Efek Mutasi Awur-awuran