- Pelemahan rupiah hingga menembus Rp18 ribu memicu kenaikan harga material impor pada sejumlah proyek infrastruktur di DIY.
- Kenaikan biaya material mengancam target fisik pembangunan daerah karena anggaran yang tersedia menjadi tidak mencukupi rencana awal.
- Pemda DIY berupaya memetakan dampak proyek dan memerlukan kebijakan pusat agar penyesuaian target tidak menjadi temuan audit BPK.
SuaraJogja.id - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang mencapai lebih dari Rp18ribu mulai menimbulkan kekhawatiran terhadap pelaksanaan sejumlah proyek infrastruktur di DIY.
Kenaikan harga bahan baku yang masih bergantung pada impor hingga kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) berpotensi menggerus kemampuan anggaran sehingga target fisik pembangunan terancam tidak tercapai sesuai rencana.
Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengungkapkan pemda telah menerima informasi terkait dampak pelemahan rupiah terhadap sektor konstruksi. Beberapa proyek pembangunan mulai menghadapi tekanan akibat naiknya harga material.
"Sudah ada surat yang masuk terkait konstruksi dan kontrak pekerjaan. Beberapa bahan baku masih impor sehingga nilainya ikut melonjak," ujar Made di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (8/6/2026).
Menurut Made, berbagai persoalan yang muncul sebagai dampak melemahnya rupiah membuat pihak ketiga pesimis bisa menyelesaikan proyek-proyek pembangunan sesuai target yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan maupun kontrak kerja.
Sebagai contoh, pembangunan jalan yang semula ditargetkan sepanjang lima kilometer dapat berkurang menjadi hanya 2,5-3 kilometer dari target apabila biaya konstruksi meningkat tajam. Bila masalah ini tidak ditangani secepatnya, ketidaksesuaian target tersebut bisa dipersoalkan dalam audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"BPK bisa mempertanyakan kok bisa jalan 5 km hanya jadi 3 km misalnya, ini bisa jadi temuan," tandasnya.
Karenanya Pemda tengah menyiapkan rapat bersama organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memetakan dampak yang lebih rinci.
Sebab fenomena serupa pernah terjadi pada periode sebelumnya ketika harga material konstruksi mengalami lonjakan signifikan.
Baca Juga: Sultan HB X Buka Suara Kasus Korupsi Lurah Condongcatur, Jika Dibiarkan, Tanah Kas Desa Bisa Habis
Pemerintah pusat pernah mengeluarkan kebijakan yang memungkinkan penyesuaian target fisik proyek. Hal itu dikarenakan anggaran yang tersedia tidak lagi mampu menutupi kebutuhan pembangunan sesuai rencana awal.
"Dulu pernah ada surat dari pemerintah pusat yang memperbolehkan penyesuaian target fisik. Misalnya jalan yang direncanakan lima kilometer tidak bisa diselesaikan seluruhnya karena anggaran tidak mencukupi," katanya.
Meski demikian, menurut Made, penyesuaian target tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Pemda harus memiliki dasar hukum yang jelas sebelum mengubah capaian pembangunan yang sudah ditetapkan.
Tanpa landasan kebijakan resmi, maka pengurangan target fisik dapat menimbulkan persoalan dalam proses pengawasan maupun pemeriksaan keuangan.
"Yang tidak mungkin adalah menurunkan kualitas pekerjaan karena nanti akan menjadi temuan. Kalau target fisiknya dikurangi harus ada dasar kebijakannya. Tidak bisa hanya menggunakan diskresi," tandasnya.
Made menambahkan, berdasarkan informasi awal yang diterima Pemda DIY, proyek jalan menjadi sektor yang paling rentan terdampak kenaikan harga material dibandingkan proyek konstruksi lainnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Audiensi Aliansi Jogja Memanggil dan Pemda DIY Buntu, Tuntutan Upah Layak Tak Dijawab Tegas
-
Roadshow WMM 2026 di Yogyakarta, Bank Mandiri Dorong Lahirnya Wirausaha Muda Inovatif
-
BRI Hadirkan Qlola Mobile untuk Pantau Keuangan dan Payroll Perusahaan
-
Demonstrasi Makin Marak, Pakar Sentil Lambatnya Respon Pemerintah, Rakyat Jangan Terus Disalahkan
-
Demo Hari Sumpah Pemuda, Massa Kepatihan Tuntut UMK Rp4,6 Juta dan Turunkan Prabowo