- Mahasiswa UGM memprotes kericuhan forum di GIK UGM pada 15 Juni 2026 akibat ketidaksetaraan dialog dengan pihak pemerintah.
- Kericuhan terjadi karena mahasiswa merasa pemerintah gagal mengatasi persoalan struktural, ekonomi, dan dugaan represif terhadap ruang sipil.
- Mahasiswa UGM menuntut pembebasan tahanan politik, pencabutan revisi UU TNI dan Polri, serta penghentian kriminalisasi terhadap seluruh aktivis.
Respons pemerintah terhadap berbagai aksi demonstrasi dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan semakin menyempitnya ruang sipil dan meningkatnya praktik represif terhadap masyarakat yang menyampaikan pendapat.
Karenanya mahasiswa UGM menyampaikan empat tuntutan kepada pemerintah pasca kejadian di GIK UGM.
Pertama, membebaskan seluruh tahanan politik dan memberikan amnesti kepada mereka yang dikriminalisasi.
Kedua, tidak lagi membatasi aksi demonstrasi sebagaimana yang disebut terjadi terhadap mahasiswa Universitas Indonesia di Bundaran HI.
Ketiga, menarik militer dari ruang sipil serta mencabut UU TNI dan UU Polri.
Keempat, menghentikan kriminalisasi terhadap aktivis.
Apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi, maka pemerintah menunjukkan ketidakmauan untuk berpihak kepada rakyat. Sebab demokrasi di Indonesia telah kehilangan substansinya.
"Demokrasi tidak diukur dari sekadar adanya diskusi, tetapi dari dijalankannya prinsip-prinsip demokrasi yang memastikan bahwa rakyat benar-benar merdeka dan berkuasa atas dirinya sendiri," katanya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga: Pencuri Bilah Gamelan di FIB UGM Ditangkap, Sudah Beraksi di ISI dan Dijual ke Tukang Rongskok
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Atasi Dampak Kekeringan, BBWS Serayu Opak Pasok Air Bersih ke Sejumlah Titik Rawan di Jateng dan DIY
-
Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
-
Maestro Seni Rupa Nasirun Wafat, Rencana Pameran pun Batal
-
Tak Cukup Putusan MK, PGRI Tagih Guru Jangan Dipaksa Menanggung Beban Tambahan
-
Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad 62 Ribu KPR FLPP, BRI Kian Perkuat Ekonomi Kerakyatan