- Pakar Ekonomi UMY Susilo Nur Aji menyatakan desil kesejahteraan DTSEN di Yogyakarta pada Sabtu (22/8/2026) bukanlah vonis mutlak ekonomi.
- Perubahan ekonomi rumah tangga seperti kehilangan pekerjaan dapat terjadi sangat cepat sehingga data desil berisiko menjadi tidak akurat.
- Pemerintah perlu memperbarui data dan memperhatikan aspek kerentanan serta daya beli agar kebijakan sosial tidak salah sasaran.
Dalam pemeringkatan kesejahteraan, masyarakat dikelompokkan ke dalam 10 desil. Desil 1 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.
Susilo menegaskan keberadaan desil tetap penting sebagai alat pemetaan. Namun, angka tersebut seharusnya menjadi pintu awal untuk menyaring kondisi masyarakat, bukan menjadi satu-satunya dasar untuk menentukan nasib sebuah keluarga.
Dengan pendekatan tersebut, pemutakhiran data menjadi kunci agar kebijakan sosial tidak tertinggal dari perubahan kondisi masyarakat.
Sebab, keluarga yang hari ini terlihat mampu belum tentu masih berada dalam kondisi yang sama beberapa bulan kemudian. Begitu pula keluarga yang hari ini berada dalam kelompok rentan bisa mengalami perubahan setelah mendapatkan pekerjaan atau sumber pendapatan baru.
Karena itu, Susilo kembali menegaskan, “Desil adalah alat bantu penyaringan, bukan vonis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Unisa Festival 2026: Salurkan Donasi Rp20 Juta ke UMKM Disabilitas hingga Dukung Beasiswa Mahasiswa
-
BRI Tambah Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Indeks Saham Berbasis ESG
-
BRI Berikan Privilege Nonton Eksklusif Buy 1 Get 2 Ticket di The Premiere Cinema XXI
-
BRI x Prodia: Pilihan Layanan Kesehatan Eksklusif untuk Nasabah BRI Prioritas serta BRI Private
-
161 Bank di Indonesia Bertumbangan, 3 di Antaranya dari Jogja! Cek Masalahnya