Budi Arista Romadhoni
Kamis, 03 September 2026 | 20:55 WIB
Ilustrasi Menu MBG. (Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi)
Baca 10 detik
  • Sebanyak 28 orang di Nyaen, Sleman, mengalami gangguan pencernaan ringan usai menyantap Makan Bergizi Gratis pada Senin (31/8/2026).
  • Dinas Kesehatan Sleman bersama instansi terkait telah mengamankan sampel makanan untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebabnya.
  • Operasional SPPG Pandowoharjo dihentikan sementara waktu hingga investigasi selesai dan rekomendasi resmi dari dinas kesehatan diterbitkan.

SuaraJogja.id - Puluhan siswa hingga guru di wilayah Nyaen, Pandowoharjo, Sleman, dilaporkan mengalami gejala gangguan pencernaan pasca menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (31/8/2026).

Mereka menyantap menu MBG yang terdiri dari nasi putih, bola-bola ayam saus mentai, tahu pop krispi, tumis pokcoy dan melon.

Dari pendataan bersama Puskesmas dan Dinas Kesehatan (dinkes) Sleman, tercatat 28 orang melaporkan keluhan diare. Mereka terdiri dari 25 siswa SD Negeri Nyaen 2, dua siswa TK Keluarga, dan satu guru.

Panewu Sleman, Rohmiyanto saat dikonfirmasi, Kamis (3/9/2026) membenarkan kasus tersebut.

Anak-anak tersebut dilaporkan mengalami gejala sakit tergolong ringan. 

"Sampai sore ini kami memantau dan mengikuti perkembangan [kondisi anak-anak," ujarnya.

Namun dari hasil pengecekan di sekolah, menurut Rohmiyanto, siswa yang sempat dirawat di puskemas sudah bisa pulang. Bahkan mereka saat ini sudah bisa kembali masuk sekolah.

"Sampai tadi siang, setelah cek ke sekolah dan bertemu kepala sekolah beliau menyampaikan hari ini semua siswa masuk dan mengikuti pembelajaran," jelasnya.

Rohmiyanto menjelaskan, kejadian dugaan keracunan menu MBG tersebut berawal dari seorang siswa SD Negeri Nyaen mengalami sakit perut usai menyantap menu.

Baca Juga: Kejagung Bergerak, Seluruh Titik SPPG DIY Disisir Kejati

Siswa tersebut kemudian dilarikan ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan.

Dari hasil penelusuran, ternyata ada sekitar 28 orang yang mengalami gejala serupa. Mereka terdiri dari 25 siswa dan satu tenaga pendidik SD Negeri Nyaen 2 serta dua siswa TK Keluarga.

Selain SD dan TK, ternyta ada siswa dari dua SMA di wilayah tersebut yang juga melaporkan gejala serupa. Sebut saja SMA Negeri 2 Sleman dan YPKK.

"Untuk yang mengalami gejala dari wilayah sekitar sekolah,"jelasnya.

Secara terpisah Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Sleman, Harsono Budi Waluyo dalam keterangannya membenarkan adanya dugaan gangguan pencernaan pada sejumlah penerima manfaat yang dilayani SPPG Sleman Pandowoharjo, Brayut, Pandowoharjo, Sleman, pada Selasa (1/9/2026).

Dari 28 orang yang dilaporkan mengalami keluhan pencernaan, satu orang menjalani pemeriksaan rawat jalan di puskesmas. 

Load More