Ketum PPP, Muhammad Mardiono di Yogyakarta, Sabtu (26/9/2026) malam. (Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi)
Baca 10 detik
- Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono menentang wacana aturan pencalonan presiden yang memerlukan dukungan minimal dua fraksi DPR.
- Mardiono menyatakan aturan baru tidak boleh mempersempit hak politik rakyat serta harus mematuhi Putusan Mahkamah Konstitusi.
- Perdebatan mengenai mekanisme baru pencalonan presiden tersebut saat ini sedang dibahas dalam revisi Undang-Undang Pemilu.
Perdebatan tersebut pada akhirnya tidak hanya menyangkut berapa fraksi yang harus mendukung pasangan capres-cawapres. Persoalan yang lebih mendasar adalah bagaimana aturan baru dapat mengatur mekanisme pencalonan setelah presidential threshold dihapus, tanpa mengurangi ruang partai politik peserta pemilu untuk menjalankan fungsi pengusulan calon.
Bagi PPP, kata Mardiono, perubahan tersebut harus tetap menempatkan suara rakyat sebagai dasar utama dalam sistem demokrasi.
Tag
Berita Terkait
-
Revisi UU Pemilu Tertahan di Legislatif, Akademisi Sebut Sekadar Tambal Sulam
-
Pakar UGM Soroti Penghapusan Presidential Threshold: Ini Oase untuk Mengatasi Kemerosotan Demokrasi Kita
-
DEMA UIN Jogja Puji Putusan MK Soal Presidential Threshold: Kembalikan Hak Politik Rakyat
-
MK Hapus Presidential Threshold, MPBI DIY: Mengurangi Oligarki
-
Gugatan Presidential Threshold Dikabulkan, Pengamat UMY: Angin Segar Demokrasi
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Wacana Capres Harus Didukung 2 Fraksi DPR, PPP Soroti Keterwakilan Suara Rakyat
-
YOGYAKOMTEK 2026 Resmi Dibuka, Pameran Komputer Terbesar di DIY
-
Honda DBL Jogja 2026 Dimulai: Sensasi Riding Test dan Peluang Bawa Pulang New Honda BeAT
-
Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan
-
Pestapora 2026 Siap Makin Meriah, BRImo Bawa Program Spesial