Pertigaan Gejayan Ditutup Total, Mahasiswa: Kami Minta Presiden Merespons

Agung Sandy Lesmana
Pertigaan Gejayan Ditutup Total, Mahasiswa: Kami Minta Presiden Merespons
Mahasiswa saat berunjuk rasa di Pertigaan Gejayan, Yogyakarta. (Suara.com/Ayu Putu Palupi).

Andri menolak bila dikatakan aksi kali ini ditunggangi kepentingan. Mereka mengaku murni karena kepedulian pada masalah bangsa.

Suara.com - Ruas jalan di kawasan pertigaan Gejayan, Colombo, Yogyakarta akhirnya ditutup total, Senin (23/9/2019) WIB.

Ribuan massa pendemo yang datang karena seruan #GejayanMemanggil memenuhi lalulintas dari arah utara, selatan maupun barat.

Arus lalu lintas ke arah Mrican pun dialihkan menuju Jalan Laksda Adisutjipto maupun Jalan Kaliurang. Polisi terlihat berjaga-jaga di sejumlah titik.

Massa yang kepanasan karena suhu di Yogyakarta mencapai 36 derajat Celcius pun duduk di aspal panas sembari mendengarkan orasi dari perwakilan kampus-kampus.

Sejumlah mahasiswa mengaku berjalan kaki dari kampus menuju ke pertigaan Colombo. Sebagian membawa kendaraan pribadi dan menyewa mobil bak terbuka.

“Kami berangkat 70 orang, jalan dari kampus. Sekitar 1 km,” kata Presiden BEM IST Akprind, Andri Kotala disela aksi.

Andri menolak bila dikatakan aksi kali ini ditunggangi kepentingan. Mereka mengaku murni karena kepedulian pada masalah bangsa.

Mereka meniru mahasiswa pada 1998 yang melakukan hal serupa. Sebab mereka ikut merasa bertannggungjawab pada Indonesia.

“Kami berharap pemerintah merespons suara kami,” imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS