Ditolak UGM, Takmir Masjid Kampus: Ustaz Somad Dianggap Kontroversial

Dwi Bowo Raharjo
Ditolak UGM, Takmir Masjid Kampus: Ustaz Somad Dianggap Kontroversial
Ustaz Abdul Somad memberikan keterangan pers di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (21/8). [Suara.com/Arya Manggala]

Penolakan tersebut karena tekanan dari sejumlah pihak, salah satunya dari Guru Besar Fisipol sekaligus Mensesneg Pratikno.

Suara.com - Ketua Takmir Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM), Mashuri Maschab, menyebut ada sejumlah alasan yang dikemukakan rektorat UGM setelah menolak kedatangan Ustadz Abdul Somad (UAS) untuk memberikan kuliah umum di masjid kampus tersebut, Sabtu (12/10/2019). Salah satunya karena alasan UAS merupakan sosok kontroversial.

"Salah satu alasan Pak Djagal (Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswaan UGM) waktu ketemu saya tadi, UAS dianggap kontroversial," ujar Mashuri saat ditemui di rumahnya, Jalan Damai, Yogyakarta, Rabu (9/10/2019) malam.

Mashuri menuturkan, alasan Masjid kampus tersebut mengundang Ustaz Somad karena sosok itu populer di kalangan jamaah. Sehingga takmir masjid berinisiatif mengundang UAS untuk menyampaikan paparannya dalam kajian profetik dihadapan umat.

Selain itu UAS juga memiliki kompetensi keilmuan dalam kajian profetik. Tanpa harus dikaitkan dengan politik, seharusnya UGM memberikan ruang pada UAS untuk menyampaikan pemikirannya alih-alih melarangnya.

"Ini kan negara demokrasi, mestinya UGM tidak seperti itu," tandasnya.

Mashuri menambahkan, dalam pertemuan bersama rektorat, dia mendapatkan informasi penolakan tersebut karena tekanan dari sejumlah pihak. Mulai dari alumni, Guru Besar Fisipol sekaligus Mensesneg Pratikno hingga pihak Keraton Yogyakarta.

"Saya sih tidak yakin Keraton maupun Dik Tik (pratikno) menekan UGM. Ini karena alasan alumni," ujarnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS