Tepat Hari Ultah Pernikahan, Pasutri di UGM Dikukuhkan sebagai Guru Besar

Bahkan, pengukuhan Supriyanto dan Agnes sebagai guru besar ini tampaknya menjadi kado terindah bagi mereka.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Selasa, 26 November 2019 | 17:53 WIB
Tepat Hari Ultah Pernikahan, Pasutri di UGM Dikukuhkan sebagai Guru Besar
Prof Dr Ir Supriyanto, MS dan Prof Dr Ir Agnes Murdiati, MS - (dok Humas UGM/Firsto)

SuaraJogja.id - Sepasang suami istri yang sama-sama mengajar di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM) baru saja dikukuhkan sebagai guru besar. Keduanya adalah Prof Dr Ir Supriyanto, MS dan Prof Dr Ir Agnes Murdiati, MS.

Pengukuhan pasutri dosen ini dilakukan pada hari yang sama, Selasa (26/11/2019), di Balai Senat UGM, Karangmalang, Kelurahan Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

Bahkan, pengukuhan Supriyanto dan Agnes sebagai guru besar ini tampaknya menjadi kado terindah bagi mereka.

Pasalnya, acara tersebut bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-41 pernikahan keduanya.

Baca Juga:Luis Milla Belum Juga Muncul, PSSI Masih Berikan Waktu

Dilansir laman resmi UGM, dalam acara pengukuhan itu, Supriyanto menyampaikan pidato berjudul Perkembangan Pengolahan Biji Kakao dan Perspektif Baru Hasil Olahan Kakao sebagai Sumber Anti-oksidan Alami.

Dalam pidatonya, ia menjelaskan bahwa biji kakao berpotensi sebagai sumber antioksidan alami jika proses penyangraiannya lebih diperhatikan, supaya kandungan senyawa polifenol yang cukup tinggi di dalamnya bisa dipertahankan.

"Proses pengeringan pada suhu 55 derajat Celsius selama 24 jam terjadi kehilangan polifenol lebih dari 80 persen. Sedangkan pada pengeringan selama 48 jam akan kehilangan lebih dari 95 persen," terang Kepala Laboratorium Rekayasa Proses FTP UGM ini.

Dirinya mengatakan pula, fermentasi biji kakao sebenarnya masih diperlukan untuk menghasilkan senyawa calon cita rasa dan aroma khas cokelat, tetapi akan lebih baik jika durasinya dikurangi demi mempertahankan kandungan polifenol.

Sementara itu, Agnes memaparkan pidato berjudul Peran Kacang-Kacangan aalam Memantapkan Ketahanan Pangan Nasional.

Baca Juga:Sahrul Gunawan Sesalkan Pengakuan Agnez Mo Tak Berdarah Indonesia

Menurut keterangan anggota Kelompok Kerja Ahli Dewan Ketahanan Pangan Daerah DIY dalam pidatonya ini, kacang-kacangan memiliki peran strategis untuk meningkatkan ketahanan pangan dan gizi masyarakat karena kaya akan protein dan merupakan sumber kalori serta sumber asam lemak esensial. Contohnya adalah koro pedang putih.

"Pemanfaatannya masih belum optimal, padahal produktivitas koro pedang putih di tanah air rata-rata sebanyak 7 ton/ha dengan potensi hasil mencapai 12 ton/ha dan pupuk hijau yang dihasilkan sebanyak 40-50 ton/ha," ucap Agnes.

Berbagai penelitian pun telah dilakukan di Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian FTP UGM sejak 2013, antara lain untuk menghilangkan senyawa racun HCN dan menghilangkan bau langu tepung koro pedang putih, serta meningkatkan kualitas gizi protein, kandungan serat pangan larut air, dan pati resisten koro pedang putih.

Hasilnya, kata Agnes, penghilangan senyawa HCN dan senyawa antigizi bisa dilakukan selama proses pengolahan koro pedang putih.

Ia pun berharap, koro pedang putih nantinya bisa dipakai sebagai pengganti berbagai olahan kedelai, sekaligus untuk mengurangi impor kedelai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak