Duaarr, Perut Penjual Tongseng di Wonosari Tertembus Peluru Senapan Angin

Galih Priatmojo
Duaarr, Perut Penjual Tongseng di Wonosari Tertembus Peluru Senapan Angin
ilustrasi senapan angin.

Kejadian bermula dari candaan di warung Maryono.

SuaraJogja.id - Nasib apes dialami Maryono (50) warga Padukuhan Karanggumuk, Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari. Penjual tongseng ini terpaksa harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit akibat perutnya terkena peluru senapan angin yang telah dimodifikasi sedemikian rupa.

Kanit Reskrim Polsek Wonosari, Aiptu Slamet ketika dikonfirmasi membernarkan peristiwa tersebut. Perut Maryono tertembus peluru senapan angin milik temannya, Wah dan Ben yang juga warga Desa Karangrejek.

Peristiwa tersebut bermula dari sikap bercanda kedua temannya kepada Maryono saat berkunjung ke warungnya.

"Kasus ini sudah kami tangani dengan memintai keterangan pemilik senapan," ujarnya, Kamis (12/12/2019) malam.

Namun demikian, kasus tersebut berakhir secara kekeluargaan karena keduanya langsung berinisiatif membawa korban ke RSUD Wonosari.

Peristiwa tersebut berakhir dengan dibuatnya surat pernyataan kesanggupan keduanya membiayai pengobatan Maryono hingga sembuh total.

Peristiwa ini sebenarnya bermula ketika Kamis (12/12/2019) sore, dua pemuda asal Desa setempat tersebut hendak berburu ikan di sebuah sungai. Berbekal senapan angin yang sudah dimodifikasi agar pelurunya tidak berbelok ketika digunakan untuk membidik ikan di sungai.

Namun sebelum sampai di sungai, keduanya mampir terlebih dahulu untuk makan di warung Maryono. Kedua pemuda tersebut memang sudah menjadi pelanggan tetap warung tongseng milik Maryono, sehingga sudah terjalin keakraban di antara ketiganya.

"Nah saat tiba, mereka bercanda. Kedua pemuda ini mengarahkan senapannya ke arah Maryono seolah hendak menembak," ceritanya.

Namun naas, tiba-tiba senapan angin tersebut menyalak dan peluru langsung menembus perut Maryono. Karena jarak yang cukup dekat, maka luka yang diakibatkan peluru tersebut juga cukup parah. Terlebih, senapan angin tersebut sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga pelurunya yang digunakan pun lebih runcing dibanding senapan angin lain.

Berdasarkan pemeriksaan terhadap kedua pemuda tersebut, kejadian tersebut tidak ada unsur kesengajaan. Kedua pemuda ini tidak sadar jika senapan mereka sebelumnya sudah dipompa, sehingga ketika pelatuk ditarik maka peluru di dalamnya langsung meluncur dengan deras.

"Keduanya sudah meminta maaf, mengakui kesalahannya dan akan bertanggungjawab atas pengobatan korban," terangnya.

Kontributor : Julianto

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS