Cegah Persebaran Antraks, Warga Diimbau Bakar Hewan yang Mati Mendadak

Wahyuni menekankan pada masyarakat untuk tidak mengolah daging hewan yang terdiagnosis atau diduga telah terkena antraks.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Rosiana Chozanah
Sabtu, 18 Januari 2020 | 19:43 WIB
Cegah Persebaran Antraks, Warga Diimbau Bakar Hewan yang Mati Mendadak
Profesor Wahyuni (Rosiana/Himedik)

SuaraJogja.id - Meski tengah dibuat khawatir oleh Kejadian Luar Biasa (KLB) antraks di Kabupaten Gunungkidul, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan lebih memperhatikan kesiagaan serta pencegahan persebaran bakterinya.

"Jangan takut berlebihan, yang penting tetap siaga," ujar Dekan Fakultas Peternakan UGM Ali Agus, ketika ditemui di Kantor Pusat UGM, Sabtu (18/1/2020).

Sebenarnya, kata Ali Agus, kasus antraks ini bukanlah hal baru di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Sebelumnya pernah terjadi kasus yang sama pada 2017 silam, dan sekarang muncul kembali.

Sementara itu, pakar mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan UGM Agnesia Endang Tri Hastuti Wahyuni mengatakan, antraks atau penyakit sapi gila ini disebabkan oleh spora dari bakteri Bacillus anthracis.

Baca Juga:Motor Unik Berpenggerak Dua Roda, Begini Cara Kerjanya

Spora inilah yang kemudian menyebabkan penyakit antraks, baik pada hewan maupun manusia.

"Spora inilah yang menjadi masalah sampai sekarang. Karena dengan spora ini, penyakit akan terus menerus ada. Kalau bakterinya sendiri, dengan pemanasan 56 derajat Celsius selama 30 menit itu akan mati," ujar Wahyuni.

Penularan penyakit antraks terhadap manusia sendiri termanifestasi dalam tiga macam, yaitu antraks kulit, yang terjadi ketika manusia melakukan kontak langsung dengan binatang yang sakit atau mati; antraks pencernaan, yang terjadi ketika manusia mengonsumsi daging hewan yang terdiagnosis antraks; atau antraks pernapasan melalui spora antraks yang terhirup.

Di Kabupaten Gunungkidul ini, sebagian besar kasus antraks terjadi karena masyarakat mengonsumsi daging ternak yang mati atau sakit. Dengan kata lain, antraks yang dialami oleh masyarakat adalah antraks pencernaan.

“Di DIY sendiri sebagian besar kasus terjadi karena ketika seekor ternak sakit atau mati, masyarakat merasa eman-eman dan mencoba, daripada mati sia-sia, maka daging disembelih untuk dijual dengan harga murah atau diberikan kepada masyarakat sekitar,” kata pengajar di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM, Riris Andono Ahmad.

Baca Juga:3 Berita Kesehatan Seputar KLB Antraks di Gunung Kidul

Wahyuni kemudian menimpali, masyarakat diminta untuk tidak mengolah daging hewan yang terdiagnosis atau diduga telah terkena antraks.

"Apabila ada hewan yang diduga atau didiagnosis mati karena antraks hukumnya tidak boleh disembelih karena bakteri Bacillus anthracis itu 80% berada di aliran darah. Jadi, ketika hewan tersebut disembelih, darahnya keluar, di situlah bakteri akan ikut keluar... dan ketika berhubungan dengan udara, dia akan membentuk spora," jelas Wahyuni.

Ia menambahkan, spora ini akan tahan di tanah selama puluhan tahun. Itulah mengapa antraks dapat terjadi lagi di waktu yang lain.

Alih-alih disembelih, Wahyuni menganjurkan penanganan bangkai hewan dengan cara insenerator atau pembakaran hewan agar hancur secara menyeluruh.

Cara lainnya adalah dengan mengubur bangkai hewan pada lubang dengan kedalaman minimal dua meter yang ditutup dengan tanah dan diberi disinfektan.

Untuk mencegah pengulangan kasus antraks, lebih baik, kata Wahyuni, area lubang tersebut diplester dengan semen, sebagai penanda bahwa tempat tersebut pernah terjadi kasus antraks.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak