Untoro Minta Ada Biaya Perawatan Rutin untuk Joglo Labuhan Milik Pakualaman

Joglo Labuhan terakhir direnovasi sudah tujuh tahun silam lalu ditinggal begitu saja.

Galih Priatmojo
Selasa, 11 Februari 2020 | 08:36 WIB
Untoro Minta Ada Biaya Perawatan Rutin untuk Joglo Labuhan Milik Pakualaman
Penampakan joglo labuhan yang biasa digunakan untuk hajat dalem labuhan pura pakualaman, Senin (10/2/2020). [harianjogja.com]

SuaraJogja.id - Bangunan Joglo Labuhan yang kerap digunakan sebagai upacara adat Hajat Dalem Labuhan Pura Pakualaman saat ini dalam kondisi memprihatinkan. Juru rawat Joglo Labuhan di Pantai Glagah, Kapanewon Temon, Kulonprogo, Untoro mengaku kondisi tersebut lantaran tak ada biaya untuk melakukan perawatan bangunan tersebut.

Ia menuturkan bahwa selama 20 tahun menghabiskan hidupnya menjadi juru rawat Joglo Labuhan tidak pernah mendapatkan biaya perawatan bangunan. Ia hanya mendapatkan pengganti jasanya saat upacara adat berlangsung. Hal ini ia rasa semakin menyulitkan kesejahteraannya lantaran selama ini pekerjaannya juga serabutan.

"Bangunan ini nggak pernah ada biaya perawatan rutin, misalnya dicat ulang setahun sekali, itu nggak ada," kata pria yang akrab disapa Jojon itu, kemarin seperti dilansir dari harianjogja.com.

Mantan nelayan ini berharap ada perhatian dari Dinas Pariwisata Kulonprogo, Dinas Kebudayaan Kulonprogo, maupun pihak Paku Alam untuk bangunan ini. Sebab, Joglo Labuhan, mushola, kamar mandi, dan satu bangunan kosong yang kini ditempatinya itu tak pernah mendapatkan dana perawatan kecuali ketika dipugar.

Baca Juga:Seorang Warga Kulonprogo Dibacok dan Dipukul Senjata Api Orang Tak Dikenal

"Bangunan Joglo ini sekitar tujuh tahun lalu direnovasi, tapi kemudian ditinggal begitu saja. Seharusnya ada dana perawatan rutin, bisa tiap bulan atau tiap tahun, sehingga nggak pakai uang saya sendiri," katanya.

Ia mengaku setiap bulan harus membayar biaya listrik bangunan ini dari kantongnya sendiri. Padahal, beberapa kali ia harus memperbaiki pompa air yang mati, eternit jebol, dan berbagai perawatan lainnya.
"Kalau usuk patah, juga perlu manggil orang yang bisa," tuturnya.

Untuk itu, begitu mendengar rencana revitalisasi Joglo Labuhan dan pesanggrahan Paku Alam di Temon, ia menaruh harapan besar setelah renovasi akan dilanjutkan perawatan bangunan secara rutin.

"Sebab kalau ada laporan wisata di sini gimana-gimana, saya juga ikut malu," kata Jojon.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kulonprogo Untung Waluya mengakui jika status juru rawat itu belum tercatat secara administrasi di kelembagaan dinas. Meski begitu, ia memastikan setelah Joglo Labuhan dan pesanggrahan direvitalisasi, juru rawat bangunan itu akan diatur di dalam administrasi.

Baca Juga:Di Hadapan Warga Kulonprogo, Jokowi Izinkan Sertifikat Tanah Disekolahkan

"Kami masih memastikan wewenang bangunan itu ada di bawah Dinpar atau Dinbud, selama ini kami hanya memfasilitasi saat upacara adat," kata Untung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak